Ada Makan Gratis di Kota Probolinggo Sampai PPKM Darurat Selesai

  • Bagikan
Nasi bungkus yang dibagikan ke warga di depan kantor DPC PKB Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar kegiatan kemanusiaan, yaitu makan gratis.

Meski ada acara makan gratis, namun kantor DPC Kota Probolinggo di jalan Mastrip, tidak begitu ramai. Tampak seperti hari-hari biasa. Lahan parkir yang tidak begitu luas, hanya berisi tiga sepeda motor. Terlihat tiga orang tengah makan dan dua orang yang sibuk membungkus nasi, di ruangan di sisi kanan kantor.

Salah seorang dari mereka mengaku, sepulang dari sawah dan makan siang di kantor PKB sebelum pulang ke rumah tinggalnya. Pria renta tersebut memanfaatkan kegiatan makan gratis itu, diakuinya mendengar dari tetangganya. Usai makan, ketiga pria tersebut meninggalkan kantor DPC.

Beberapa saat kemudian, dua pengendara yang berboncengan berhenti di depan kantor. Tanpa diminta, seorang petugas kemudian membagikan memberikan beberapa bungkus nasi. Usai mengucapkan terima kasih, kedua emak-emak tersebut meninggalkan tempat pembagian makanan gratis.

Begitulah sekelumit suasana acara makan gratis di hari kedua. Dadang Budiono, salah satu kader PKB yang berkecimpung dalam penyiapan makan gratis mengatakan, acara dimulai Senin (12/7/2021) kemarin hingga tanggal 20 Juli 2021. Namun, jika PPKM Darurat diperpanjang oleh pemerintah pusat, gelaran yang dibiayai Wali Kota Probolinggo itu ikut diperpanjang juga.

Dikatakan, aktivitas memasak hingga nasi siap dibagikan dan dikonsumsi, berlangsung di kantor PKB setempat. Pekerjaan penyiapan makanan dimulai subuh hingga sore hari. Di hari pertama beras 50 kilogram atau setengah kwintal yang ditanak, habis.

“Kalau berapa piring dan berapa yang dibungkus, jumlahnya tidak tahu. Karena tidak kami hitung,” ungkapnya belum lama ini.

Sedang di hari kedua, sekitar 750 bungkus nasi yang dibagikan ke warga. Beberapa piring yang diberikan ke warga dan dimakan di tempat. Warga yang makan di lokasi, tidak begitu banyak, tak lebih dari 5 orang.

“Kebetulan yang datang bergerombol jumlahnya tidak banyak. Paling banyak 4 orang. Tempat duduk untuk makan, kami atur tidak terlalu berdekatan,” ujarnya.

Disebutkan, ada sua system yang diterapkan dalam program makan gratis tersebut. Yakni, makan di tempat dan dibungkus. Kebanyakan dari mereka dibawa pulang untuk dimakan di rumah. Dengan demikian, gelaran acara yang khusus untuk warga miskin tersebut, tidak berkerumun.

“Kami juga menyiapkan tempat cuci tangan dan pembersihnya. Warga yang ke sini wajib pakai masker,” tambah Dadang.

Ketua media center DPC PKB Kota Probolinggo ini menambahkan, pekerjaan makan gratis dilakukan oleh pengurus PKB. Mulai dari berbelanja sampai makanan siap dihidangkan dan dibungkus. Pekerjaannya dimulai usai shalat subuh hngga sore hari.

Mengenai menunya cukup sederhana, terdiri dari nasi, lauk berupa tempe, tahu, telur dan terkadang daging ayam dan mi sebagai pelengkap. “Menunya sederhana. Yang penting rasanya enak,”” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Abdul Mujib meyakinkan, acara yang digelarnya tidak melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM Darurat. Pihaknya sudah menyiapkan, agar warga yang ke kantornya untuk makan gratis, tidak berkerumun.

“Sudah kami antisipasi sebelumnya. Sampean lihat sendiri kan, tidak ada kerumunan,” tandasnya.

Ditanya biaya, Mujib menjawab, seluruhnya ditanggung Wali Kota Hadi Zainal Abidin menggunakan dana pribadi. Sedang kader PKB yang duduk di DPRD sekedar menyumbang jika ada kebutuhan lain saat prosesi berlangsung.

“Dana beli beras, lauk pauk dan sayur, ditanggung pak Wali Kota. Kami hanya biaya lain-lain,” katanya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *