Bantah Terima Fee dari Suplier, SDN Ngudirejo 1 Ngotot Sebut Belanja SIPLah Sendiri

Warta Bangsa - 15 Desember 2020
Bantah Terima Fee dari Suplier, SDN Ngudirejo 1 Ngotot Sebut Belanja SIPLah Sendiri
SDN Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. - (Warta Bangsa)
Penulis
|
Editor

JOMBANG, WartaBangsa.id – Meski pengadaan barang/jasa diwajibkan melalui online atau SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah), bukan berarti nihil dugaan “permainan”. Ujung-ujungnya, sekolah diduga menerima fee karena sudah belanja barang/jasa di SIPLah lewat “tangan” suplier.

Diperoleh informasi, salah satu SDN yang diduga mendapatkan fee tersebut yakni SDN Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Menurut sumber terpercaya, sekolah ini belanja buku teks utama atau buku tematik, serta pembelian barang/jasa melalui SIPLah. Namun, tidak belanja di SIPLah secara langsung. Melainkan lewat suplier yang sebelumnya menawarkan fee atau diskon pada sekolah tersebut.

“Rata-rata, teknis belanjanya sama. Jika sudah terjadi kesepakatan, pihak sekolah menyerahkan username dan password Dapodik-nya ke sales suplier atau si pemberi iming-iming fee. Ya karena sekolah tidak bisa belanja online sendiri,” kata sumber terpercaya WartaBangsa.id.

Dikatakan sumber, perusahaan atau suplier penawar fee tersebut, memang sudah terdaftar sebagai penyedia barang di SIPLah. Agar barangnya laku keras, sales suplier sebelumnya bergerilya ke sejumlah sekolah menawarkan barang/jasanya.

Dalam penawarannya, mereka diduga memberi iming-iming diskon atau fee. Dan fee tersebut diberikan ke pihak sekolah setelah ada transaksi belanja.

“Kalau sudah ada kesepakatan, tentunya pihak sales suplier tinggal meng-klik atau belanja barang yang mereka cantumkan di SIPLah. Kan mudah saja, karena username dan password Dapodik sekolah tersebut sudah ada padanya,” lanjutnya.

Namun, sumber tidak menjelaskan secara detail perusahaan penawar fee tersebut. Ia hanya mengatakan, jika fee atau diskon tersebut berlaku di sejumlah SDN yang menjalin kesepakatan.

“Kalau nama perusahaannya nggak usah kami sebut lah ya. Dan jika deal, maka pihak sekolah hanya pasrah, karena yang belanja adalah pihak suplier,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Ngudirejo 1, Juwariyah, membantah jika pengadaan barang/jasa sekolahnya lewat “tangan” suplier. Ia mengatakan, jika belanja SIPLah dilakukan oleh operator sekolahnya beserta bendahara.

“Kami tidak belanja barang lewat perusahaan manapun, tapi langsung secara online lewat SIPLah. Yang belanja operator sekolah dengan bendahara. Mereka memilih, kalau sudah cocok baru transaksi. Pembayarannya lewat rekening,” tuturnya, Selasa (15/12/2020).

Pun demikian soal fee, pihaknya lagi-lagi membantah menerima fee dari siapapun terkait belanja barang/jasa di SDN yang dipimpinnya. Ia menandaskan jika sekolahnya belanja online lewat SIPLah.

“Kita bersih soal itu. Nggak ada fee yang kita terima. Semuanya belanja secara online. Operator sekolah kebetulan sudah pulang. Karena honorer, jam 13.00 WIB dia sudah pulang,” pungkasnya. (an/wb)

Tinggalkan Komentar

Close X