Bantu Keluarga Prasejahtera, Global Wakaf dan YP3I Luncurkan Wakaf Distribution Center di Jombang

  • Bagikan
Presiden Global Wakaf Foundation, N Imam Akbari, saat memberikan sambutan.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Upaya mempermudah distribusi bantuan kepada keluarga prasejahtra, Global Wakaf Aksi dan Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) meluncurkan sebuah gudang sebagai sentra bahan bantuan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bernama Wakaf Distribution Center (WDC) Jumat (25/12/2020). Berlokasi di Jalan Prof M Yamin, Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Presiden Global Wakaf Foundation, N Imam Akbari mengatakan, WDC merupakan sebuah ikhtiar menyambut kebangkitan umat menuju kesejahteraan. Pihaknya mengulas, wakaf merupakan instrumen nilai kedermawanan tertinggi dalam Islam selain Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang diharapkan menjadi nafas umat dalam membangun peradaban yang lebih baik. Karena itu, wakaf merupakan solusi bagi pembangunan kehidupan umat.

WDC ini merupakan korporasi distribusi program untuk membantu masyarakat prasejahtera, serta menyelamatkan dan membangun kehidupan masyarakat prasejahtera menjadi masyarakat sejahtera.

Secara operasional, WDC akan dikembangkan dengan konsep swalayan. Salah satu, melalui Kartu Wakaf dan Zakat. Sehingga, para penerima manfaat bisa memilih sendiri produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

“Nantinya semua layanan di WDC dapat diakses dengan kartu member Wakaf Card dan Zakat Card,” kata Imam dalam peresmian WDC di Jombang, Jawa Timur, Jumat (25/12/2020).

Pihaknya berharap, kehadiran WDC akan menjawab kebutuhan msayarakat dan menjadi role model pelayanan umat terbaik dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan gratis dan mudah, melalui aneka layanan kesehatan, layanan pangan, serta layanan edukasi usaha.

“Global Wakaf hadir sebagai jembatan kebaikan melalui aksi kedermawanan melalui pengelolaan dana wakaf baik tunai maupun berupa aset perusahaan. WDC ini merupakan perwujudan Baitul Maal zaman Rasulullah di era modern,” jelas Imam.

Sementara Pemipin Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, KH Irfan Yusuf Hasyim menegaskan pentingnya wakaf dalam perspektif Islam. Pihaknya mengatakan, peran Gobal Wakaf dan ACT sudah tidak diragukan lagi ihwal distribusi bantuan kepada penerima manfaat.

Kiai yang akrab disapa Gus Irfan ini berpesan, agar beras atau bahan pertanian lain yang didistribusikan, merupakan produk para petani dalam negeri alias tidak impor. Hal ini, menurutnya, juga akan mampu mendongkrak kesejahteraan para petani lokal.

“Pesan saya cuma satu, saya berharap berasnya adalah hasil produksi petani, karena yang itu akan memberdayakan petani. Jangan sampai menggunakan beras impor,” tegas Gus Irfan.

Gus Irfan juga mengatakan, berdasarkan informasi dari Global Wakaf dan ACT, pondok pesantren (Ponpes) merupakan salah satu sasaran penerima manfaat. Pihaknya berpesan, agar bantuan tersebut disalurkan ke Ponpes-ponpes berkategori kecil.

“Ponpes yang kecil ini masih minim sentuhan bantuan, apalagi pandemi Covid-19 ini. Saya juga berpesan agar distribusinya ke ponpes-ponpes kecil, yang memiliki santri di bawah 100-an atau 200-an,” pungkasnya.

Selain Presiden Global Wakaf Foundation, N Imam Akbari, dan Pimpinan Ponpes Tebuireng Gus Irfan, soft launching WDC ini juga dihadiri Asisten Bidang Ekonomi Pemkab Jombang M Jufri, Sekjen YP3I Gus Yusuf, serta perwakilan penerima manfaat. (an/wb)

Tonton Videonya :

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *