Baru Dibuka, Ini Kesan Sejumlah Pengunjung Museum Rasulullah Kota Probolinggo

  • Bagikan
museum rasulullah kota probolinggo
Pengunjung asal Madura hendak memasuki museum Rasulullah Kota Probolinggo, Jawa Timur.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Meski baru dibuka, namun pengunjung Museum Rasulullah di Kota Probolinggo, Jawa Timur, rata-rata meningkat setiap harinya. Jika dikalkulasi, rata-rata 200-san orang yang sudah melihat artefak barang-barang peninggalan Rasululah dan para Sahabat tersebut.

Peningkatan itu diungkap Yoko Deka Agus Prasetyo menejer museum, Senin (26/10/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Disebutkan, rata- rata pengunjung belum melampaui dari target yang ditentukan. Targetnya sebanyak 360 pengunjung dalam sehari.

Angka tersebut diperolah dari jumlah sesi. Dikatakan, dalam sehari museum dibuka 9 sesi yang setiap sesi jumlah pengunjung dibatasi 40 orang dengan interval waktu satu jam. Museum dibuka ukul 08.30 WIB dan ditutup pukul 20.30 WIB. “Ada jam istirahat untuk member kesempatan pengunjung salat dan istirahat,” ujarnya.

Pria yang dikenal dengan nama Deka ini menjelaskan, setiap jam ada 40 pengunjung yang diizinkan masuk museum. Sedang pengunjung sesi berikutnya boleh masuk, setelah pengunjung sesi sebelumnya keluar museum.

“Memang diatur seperti itu, agar pengunjung bisa leluasa dan nyaman saat melihat isi museum,” katanya.

Saat ditanya kapan kira-kira target terlampaui, pria yang tinggal di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, kota setempat ini tidak berandai-andai. Yang lebih penting, pihaknya lebih mengutamakan pelayanan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, upaya promosi lewat media social dan media lainnya, terus dilakukan.

“Tujuan kami bukan target. Tetapi bagaimana pengunjung bisa terlayani kenyamanannya saat berkunjung ke museum ini. Kami akan memberikan apa yang terbaik menurut kami kepada pengunjung,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengaku, terkesan kesan terhadap barang-barang peninggalan Rasulullah dan para sahabat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Terharu dan kami bangga bisa melihat langsung peninggalan Rasulullah dan para sahabat di museum ini,” katanya

Pria yang memakai kopiah haji itu berterus terang, sepertinya Rasulullah hadir di hadapannya, ketika masuk ke museum. Apalagi, saat melihat surban dan terompah atau sandal yang pernah dipakai Rasulullah.

“Saya terharu hingga menangis. Terima kasih bapak Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang telah memberi kesempatan warganya bisa melihat langsung peninggalan Rasulullah dan para sahabat,” tambahnya.

Sedang ustaz Ulum asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menyebut, puas dan terharu serta bahagia setelah melihat barang peninggalan Rasulullah dan para Sahabat. Ia mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan.

“Kami sudah lama rindu kepada Rasulullah. Kami sudah diberi kenikmatan yang luar biasa,” tandasnya.

Dikatakan, melihat dan menyaksikan benda yang pernah dipakai Nabi Muhammad SAW merupakan kebutuhan ruh yang harus ustaz Ulum mengajak seluruh umat Islam di dunia untuk datang ke museum Rasulullah.

“Tidak hanya mata saja yang melihat, Tetapi hati dan ruh juga sel-sel yang sudah mati seakan hidup kembali. Saya merasakan itu,” pungkasnya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *