Belum Kantongi Izin, BTS di Tebuireng Jombang Nyaris Rampung Dibangun

  • Bagikan
BTS atau bangunan tower seluler di Dusun Tebuireng Gang 1, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. yang nyaris selesai dikerjakan, meski belum mengantongi IPR.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Diduga belum mendapatkan izin, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) atau tower seluler di Dusun Tebuireng Gang 1, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, tetap berlangsung, Rabu (13/1/2021).

Bahkan, pembangunan tower yang berlokasi di samping utara pagar salah satu Ponpes di Tebuireng ini, nyaris rampung. Di area lokasi, sekitar sepuluh orang tampak sibuk mengerjakan proses pembangunan BTS ini. Dua di antaranya, terlihat sibuk bekerja di puncak.

“Kami hanya pekerja. Nggak tahu kalau soal ini sudah izin atau belum,” kata salah satu pekerja yang enggan menyebut namanya di lokasi.

Informasi yang dihimpun, BTS ini dibangun PT DT. Sementara izin pemanfaatan ruang (IPR) belum dikantonginya, meski pengurusan izin tersebut masih tahap proses. Namun, perusahaan tersebut sudah berani mendirikan BTS.

“IPR saja belum turun, tower seluler sudah dibangun. Padahal, IPR itu izin awal,” kata sumber WartaBangsa.id, Rabu (13/1/2020).

Sumber meminta agar Satpol PP Jombang segera cek lokasi dan melakukan tindakan. Meski demikian, ia mengaku tidak memandang sebelah mata atas kemanfaatan tower untuk memperlancar jaringan seluler. Hanya saja, ia menandaskan agar perusahaan patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Harusnya Satpol PP tahu dan segera turun. Ini kalau dibiarkan, bisa jadi perusahaan lain dengan mudah mendirikan tower. Dan ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan Perda,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tebuireng, Subandi mengatakan, BTS tersebut rencananya dibangun dengan ketinggian sekitar 52 meter. Menurutnya, pihak perusahaan sudah melakukan sosialisasi kepada warga terdampak dengan radius yang ditentukan.

Ia menolak dikatakan tidak tahu apakah BTS tersebut sudah mengantongi IPR atau belum. Karena menurutnya, hal itu bukan wewenangnya.

“Tapi pihak perusahaan sudah janji datang ke sini Kamis (14/1/2021) besok terkait izin dan hal lain yang belum diselesaikan. Kalau memang besok nggak datang atau belum bisa menunjukkan izin dimaksud, pekerjanya saya minta berhenti,” pungkasnya di lokasi. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *