Berhembus Isu Tarif Jabatan di Pemkab Jombang, Benarkah?

  • Bagikan
Tangkapan layar postingan akun Facebook Waras Zainudin soal jabatan diduga bertarif di Pemkab Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Pelantikan 491 pejabat fungisonal di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jumat (8/1/2020), diterpa isu tak sedap. Yakni, dugaan adanya tarif yang dipatok untuk menduduki sebuah jabatan.

Kabar miring ini, seperti diposting akun Facebook Waras Zainudin, sehari sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung. “Sesok nyanyian ku mutasi berbayar tak mulai mane, ngenteni hasile sesok. (Besok nyanyian saya (soal) mutasi berbayar saya mulai lagi, nunggu hasilnya besok,” tulis akun ini.

Sekitar satu jam kemudian, akun ini kembali memposting ihwal sama. Di postingan ini, akun Waras Zainudin menulis narasi “Daftar harga mutasi titipan”. Dilengkapi dengan 4 tingkatan jabatan dan simbol mata uang rupiah. Hanya saja, tidak ada angka besaran uang yang menyertainya. Ia hanya menulis titik-titik laiknya soal ujian.

“Daftar harga mutasi titipan: Kasi Rp … Kabid Rp … Camat Rp … Kepala Dinas Rp …,” tulis akun ini.

Sejam lagi, akun Waras kembali memposting di Beranda Facebooknya. Kali ini, ia bercerita proses mutasi sebelumnya, di mana seorang Kasipem (Kasi Pemerintahan) yang berniat menjabat Sekcam (Sekretaris Camat).

Ia kemudian menitip uang awal sebesar Rp 35 juta lewat Camat. Hanya saja, dia tidak dimutasi menjadi Sekcam seperti yang diharapkan. Kemudian, ia akhirnya menjadi Sekcam setelah menambah sejumlah uang.

Kasipem pas mutasi winginane Kasipem dari Sekcam, pertama titip 35jt lewat camat e, lumayan duwek e kenek digawe pileg, pas mutasi la kok gak katut, diabani mane, dikongkon nambah mane, akhir Kasipem iku dari Sekcam,” tulisnya.

Hallo.. (emoticon tertawa) aku onok buktie SK, surat usulan teko camat, dan bukti rekaman e yo onok,” tulis akun Waras di alinea berikutnya.

Di alinea terakhir, akun ini diduga menyebut salah satu pejabat yang didatangi seorang Camat, untuk memastikan apakah turut dimutasi atau tidak.

“Oh.. Iyo lali, wedi lek gak katut mane, camat e ngadep dewe nang pak dino, pas dino e senen, bengi sisan nangomah e….,” tulis akun ini.

Dikonfirmasi, Waras Zainuddin membenarkan, tulisan yang diunggah di akun pribadinya di Facebook. Bahkan, ia menyebut ada sejumlah pegawai menitipkan sejumlah uang, namun ia tidak menempati jabatan yang diincarnya.

“Nanti akan ada kejutan lain dari saya. Termasuk uang itu mengalir ke siapa,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Bupati Jombang Mundjidah melantik sebanyak 491 pejabat yang menduduki posisi baru di lingkup Pemkab, di ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Jumat (8/1/2020). Hanya saja, pelantikan ini dihadiri beberapa perwakilan saja. Sementara lainnya, mengikuti secara virtual dari tempat kerjanya. Mengingat, pelantikan ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, sejauh ini ada masih ada dua OPD (organisasi perangkat daerah) masih kosong atau belum belum ditetapkan secara definitif. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang masih dijabat oleh seorang Plt (Pelaksana Tugas) dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar). (an/wb)

Postingan akun ini lainnya.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *