Beri Informasi Hoax Kebakaran di Jetis Surabaya, Pemuda ini Ngaku Iseng

  • Bagikan
Pelaku saat diamankan di Polrestabes Surabaya.

SURABAYA, WartaBangsa.id – Perilaku iseng AY (20) asal Bluru Permai, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kelewat batas. Dia nekat menelepon call center 112 dan menginformasikan informasi palsu alias hoax terkait terjadinya kebakaran di wilayah Jetis Kulon Gang V Surabaya.

Waka Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Wahyudin Latief mengatakan, setelah mendapatkan informasi, petugas pemadam kebakaran (PMK) Kota Surabaya pun langsung menuju lokasi sesuai informasi yang masuk.

“Namun, sampai di lokasi tidak terjadi kebakaran. Petugas dibuat bingung mencari lokasi kebakaran yang diinformasikan,” kata Kompol Wahyudin Latief, Senin (31/8/2020).

Kedatangan PMK, sontak membuat warga di wilayah Jetis Kulon, Surabaya, menjadi gempar. Pasalnya, warga menganggap telah terjadi kebakaran. Tapi nyatanya tidak ada. Petugas PMK

Lantaran mendapat informasi hoax, polisi langsung bergerak mencari pelaku penyebar informasi palsu tersebut. Hingga kemudian, pelaku berhasil diringkus.

“Selain petugas menjadi bingung, aksi pelaku juga menyebabkan warga panik. Kemudian, pelaku berhasil kami tangkap,” kata Kompol Wahyudin Latief.

Akibat ulah isengnya itu, dia pun diringkus petugas Unit Resmob Polrestabes Surabaya, saat nongkrong di sebuah warung kopi (Warkop) Surabaya, pada Jumat (28/8/2020).

Kepada polisi, AY mengaku hanya iseng. “Saya hanya iseng saja. Coba-coba telepon. Biar gaduh saja di Jetis, Surabaya,” akunya.

Dirinya kemudian mengaku menyesal dan meminta maaf kepada warga Surabaya, khususnya warga Jetis dan petugas PMK Kota Surabaya serta polisi.

“Saya menyesal. Nggak nyangka kalau bakal jadi seperti ini. Saya minta maaf kepada warga Surabaya terutama warga Jetis, juga pada petugas pemadam kebakaran sama polisi,” sesal tersangka.

Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya, AY harus berurusan dengan polisi. “Pelaku penyebar informasi palsu, terancam dijerat dengan pasal 14 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana atau pasal 32 ayat 1 junto pasal 48 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *