Bikin Heboh, Batu Nisan Jadi Material Uruk Jembatan Ambrol di Jombang

  • Bagikan
batu nisan jadi material penutup jembatan ambrol di jombang
Batu nisan yang dijadikan material uruk jembatan ambrol di jalan depan Makam Dusun Rejoso, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Kondisi jembatan jebol di Jalan Buyut Sudriyo, atau tepatnya di depan Makam Dusun Rejoso, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mendadak jadi perbincangan. Pasalnya, material yang digunakan untuk menutup lubang jembatan bukannya batu atau sejenisnya. Namun, dua batu nisan.

Pada salah satu batu nisan tersebut, terdapat tulisan nama Atik Qomariyah beserta hari dan tanggal meninggalnya. Batu nisan yang terdapat tulisan ini, kondisinya sudah tidak utuh alias tinggal separuh ke atas.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngumpul, Zaenal Arifin saat dikonfirmasi membenarkan jembatan tersebut sempat ambrol. Perbaikan menutup jembatan sempat dilakukan pihak terkait, namun kembali ambrol.

Kemudian, lanjutnya, perbaikan kembali dilakukan dengan memberi plat seng tebal. Sementara di seberangnya, hanya ditumpuki material sisa bangunan. Agar tidak dilewati kendaraan bertonase berat, juga dipasang drum bekas aspal di dua sisi jalan tersebut.

Pihaknya mengatakan, perbaikan jembatan itu bukan merupakan wewenangnya. “Itu statusnya jalan Pemkab (Pemerintah Kabupaten), bukan Pemerintah Desa (Pemdes). Jalan itu sudah ditutupi seng tebal agar bisa dilewati,” ungkap Zaenal Arifin.

Ambrolnya jembatan itu, katanya, karena lalu-lalang kendaraan bertonase berat. “Dengan dipasang tong itu, agar kendaraan roda empat tidak lewat sana. Tapi karena akses jalan itu ramai, beberapa mobil masih melintas di jalan depan makam itu,” sambungnya.

Disinggung soal batu nisan dijadikan penutup lubang pada jembatan rusak tersebut, Zaenal Arifin mengaku kurang paham. Ia memperkirakan, warga sekitar yang memasang batu nisan tersebut, karena tidak terpakai.

“Itu warga setempat memanfaatkan batu nisan yang sudah tidak digunakan lagi,” jawabnya.

Ia juga mengaku, telah ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut. Hanya saja, perbaikan belum dilakukan karena refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

“Saya sudah mendatangi Dinas PUPR. Tapi, memang anggaran 2020 telah terkuras untuk penanganan Covid-19. Jadi perbaikannya diajukan dan dianggarkan tahun 2021,” pungkas Zaenal Arifin. (al/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *