Camat di Jombang Diduga Dampingi Tes Perangkat Desa, Pelayanan Dikeluhkan

  • Bagikan
Postingan camat ikut seleksi perangkat desa
Tangkapan layar postingan salah satu akun Facebook yang mengeluhkan pelayanan kecamatan di Jombang, gegara sang Camat pergi ke Surabaya mendampingi tes seleksi perangkat desa.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Pelayanan salah satu kecamatan di Kabupaten Jombang, dikeluhkan. Menyusul, adanya pengurusan surat pindah antar kecamatan yang terkendala. Gara-garanya, sang Camat tidak berada di kantor dan dikabarkan pergi ke Surabaya ikut mendampingi peserta seleksi perangkat desa.

Keluhan ini tertulis di postingan akun Facebook Waras Zainudin. Akun tersebut juga menyebut, meski Sekretaris Camat (Sekcam) berada di kantor, layanan pengurusan surat pindah tetap terkendala. Alasannya, tetap menunggu sang Camat.

“Pelayanan kecamatan opo iki… Camat e Nang sby ngetutno seleksi perangkat desa jarene, trus pengurusan surat pindah antar kecamatan harus terkendali gara2 camat e ngetutno seleksi perangkat desa, padahal ada Bu sekcam, jawab e tetep nunggu camat… Ternyata ruwet dan birokrasi pelayanan gombal… Lah lek camat e mati Nang Embong mosok nunggu pelantikan camat baru baru ttd berkas e,” tulis akun tersebut, Rabu (26/11/2020).

Dikonfirmasi lewat nomor WhatsApp-nya, pemilik akun ini mengatakan oknum Camat yang pergi ke Surabaya mendampingi peserta seleksi perangkat desa tersebut, diduga Camat Megaluh.

Dugaan mengarah ke Camat Megaluh ini, juga dikuatkan dengan beredarnya rekapitulasi hasil ujian tiga calon perangkat desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, pada Kamis (26/11/2020), melalui aplikasi WhatsApp. Posisi yang diperebutkan yakni Kasi Kesra (Modin) desa setempat.

Dalam share hasil ujian tersebut juga menyebutkan rekapitulasi antara nilai tes berbasis komputer atau CAT (Computer Assisted Test) di Untag Surabaya, ditambah nilai dari Kades setempat.

Hanya saja, sumber lain mengatakan tidak mengetahui secara pasti, apakah Camat Megaluh turut mendampingi atau tidak dalam proses CAT di Untag tersebut. “Kurang tahu pasti, saya tahunya yang ikut ke Surabaya adalah panitia dan Kades,” katanya.

Sementara Camat Megaluh, Eka Yulianto saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp-nya terkait hal ini, hingga berita ini diunggah, tidak merespon. Meskipun pesan yang dikirim bertanda dua centang biru alias sudah dibaca. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *