Datangkan Tutor, Ibu-ibu PKK Belajar Bikin Nasi Bakar di Pantai Permata Pilang

  • Bagikan
pantai permata pilang kota probolinggo
Hj Umi Kulsum saat membelajari peserta membuat olahan nasi bakar di Pantai Permata Pilang Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Nasi olahan Hj Umi Kulsum (58) bukan nasi seperti pada umumnya, tetapi nasi bakar. Pada Minggu (1/11/2020) pagi berada di Pantai Permata Pilang, bukan untuk berjualan, tetapi sebagai narasumber atau pemateri yang dilanjutkan demo masak.

Tak hanya sekedar tempat wisata, Pantai Permata Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, juga menjadi tempat belajar. Seperti Minggu (1/11/2020) dari pagi hingga siang, belasan emak-emak yang tergabung dalam PKK kelurahan setempat, menimba ilmu perkulineran sekaligus prakteknya.

Salah satunya, membuat nasi bakar. Dan sebagai mentornya adalah Hj Umi Kulsum (58). Tak hanya resep dan cara memasaknya, perempuan yang tinggal di Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tersebut, juga siap membantu pemasarannya. Jika nantinya, salah satu peserta ada yang ingin berjualan nasi yang sama dan kesulitan memasarkan.

Mengingat, Hj Umi tidak hanya siap menjadi narasumber atau tutor, tetapi setiap hari jika tidak mengisi acara, ia berjualan nasi bakar olahannya, keliling. “Setiap hari saya julan keliling. Dibantu keponakan. Ketimbang nganggur di rumah,” ujarnya.

Tak hanya dikenal di kabupaten, nasi bakar olahannya, juga sudah masuk pasar Jakarta. Salah satu anaknya tinggal di Jakarta. Selain bekerja pada perusahaan, anak pertamanya itu berjualan nasi bakar. Lebih dari satu bulan, Hj Umi tinggal bersama di ibukota, Tujuannya, mengajari anaknya membikin nasi bakar yang dijual secara online.

Di Jakarta, oleh anaknya dijual Rp 14 ribu per bungkus, namun untuk wilayah Probolinggo, dibandrol Rp 8 ribu per bungkus. Mengenai rasa tak perlu diragukan lagi, cocok dan pas untuk lidah orang Indonesia. Mengingat bahan yang dipakai, termasuk bungkusnya berbahan alami yakni, daun pisang.

“Kan di nasinya itu kelihatan warna hijau. Warna hijau itu dari sayuran. Bukan pewarna,” ujarnya.

Nasi bakar, lanjut Umi Kulsum, bukan terbuat dari nasi putih langsung dibakar. Tetapi, nasi yang dibumbuhi dan diberi warna hijau dari sayuran terlabih dahulu, baru kemudian dibakar. Ada tiga rasa yakni, ayam, tongkol dan jamur. Untuk rasa ayam, lauknya dari daging ayam yang dicincang halus. Begitu juga dengan tongkol dan rasa jamur. “Rasa itu tergantung lauknya,” ucap Umi.

Usaha yang ditekuni hampir tujuh tahun tersebut, berawal dari keikutsertaannya pada lomba menu yang diadakan Pemkab Probolinggo. Kebetulan, menu olahan nasi bakar yang dibuatnya juara pertama. Nah, dari sanalah usaha yang diberi nama UKM Jaya Makmur tersebut, dimulai atau dirintis.

“Nggak ada insprasi. Saya hanya kepingin menciptakan menu yang belum ada di sini. Pilihannya, nasi bakar,” aku Umi.

Perempuan yang ikut KWT (Kelompok Wanita Tani) Terus Jaya ini, selain berjualan keliling juga memiliki warung. Lokasinya di jalan raya jurusan Probolinggo – Surabaya, tepatnya di depan Rumah Makan Tongas Asri, Desa Curahtulis.

“Yang dijual sama, nasi bakar. Tapi pilihan rasanya lebih banyak di warung. Sudah ada yang kerja di sana. Nggak ganggu kegiatan kami keliling,” tambahnya.

Terkait transfer ilmu resep kuliner bikinannya, Hj Umi mengaku, tidak takut tersaingi oleh orang yang pernah diajari. Menurutnya, rezeki seseorang berbeda dengan yang lain dan tidak akan pernah tertukar.

Justru, dirinya bangga kalau orang-orang yang pernah ditransfer ilmu, mengikuti jejaknya. “Nggak, kami tidak takut. Rezeki tidak akan tertukar. Malah, kalau mereka nggak bisa jualan, kami siap menjualkan,” pungkasnya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *