Diperiksa Jawab Ngelantur, Begal yang Bengep di Jombang Ternyata ODGJ

  • Bagikan
Pelaku saat diamankan di Mapolsek Mojoagung, Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Jagad maya dihebohkan postingan seorang pria telanjang badan dengan tangan terikat di belakang. Selain itu, sebagian besar tubuhnya dan mukanya bertaburan tanah. Diduga, pria tersebut babak beluk dihajar massa.

Menurut sejumlah saksi dan informasi yang beredar di media sosial, peristiwa itu dialami Nursinah, warga Gerbong, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Dia nyaris menjadi korban pembegalan sepeda motor Yamaha Mio warna merah miliknya.

Saat itu, Nursinah berniat membuang sampah tak jauh dari rumahnya. Namun, mendadak dia didekati pelaku dan meminta dirinya menyerahkan sepeda motornya itu. Nursinah pun langsung berteriak “Begal”.

Teriakan itu, mengundang perhatian warga. Tak ayal, pelaku ketakutan dan kabur menuju Dusun Klampisan, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Pengejaran warga membuahkan hasil. Pelaku berhasil ditangkap. Warga juga sempat menghajarnya hingga babak belur dan diserahkan ke Mapolsek Mojoagung.

“Sudah tertangkap di Dusun Klampisan Desa Tejo kecamatan mojoagung, Isuk jam berapa pasti gak tau. Sepeda motor mau buang sampah di kidule omah sepedae dijagang dijaluk. Begale gak tau berapa orang. Gak sampek disakiti sepedae tok dijaluk orange berok-berok begal mlayu ngetan. Kecekel ten klampisan dimasa klampisan. Lapor perangkat desa gerbong lalu diparani. Korban: Nursinah, sepedae gak tau pasti Suaminya dagang balon keliling,” terang Siti Sofiyah Chosin, dalam unggahannya di grup media sosial.

Dalam perkembangannya, polisi akhirnya melepas pelaku begal yang sempat menjadi bulan-bulanan massa di Dusun Klampisan, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang tersebut. Selain atas permintaan korban, pelaku juga terindikasi mengalami gangguan jiwa berat sehingga menyulitkan proses pemeriksaan.

Saat ini, pria bertubuh kekar dengan warna kulit gelap itu tengah diisolasi di yayasan Griya Cinta Kasih (GCK) Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto.

“Jadi karena pelaku diduga mengalami gangguan jiwa berat, dan korban juga meminta tak dilanjutkan proses hukum, karena pelaku ternyata terindikasi ODGJ (orang dalam gangguan jiwa), sehingga sekarang pelaku kami serahkan di ruang isolasi GCK Sumbermulyo,” terang AKP Bambang Setiyobudi, Kapolsek Jogoroto, Kamis (31/12/2020).

Bambang menuturkan, sebelumnya pelaku sempat diserahkan warga ke Mapolsek Mojoagung. Namun, karena lokasi kejadiannya berada di wilayah Jogoroto, penanganan kasus ini diserahkan ke Polsek setempat.

Indikasi pelaku tergolong ODGJ, terungkap diperiksa polisi. Dia tidak bisa memberikan keterangan apapun saat diinterogasi, mulai dari siapa nama asal pelaku maupun informasi lainnya. Bahkan, jawaban yang diberikan selalu ngelantur.

“Ditanyai sekarang, jawabannya baru setengah jam kemudian. Kami juga koordinasi dengan Polsek Mojoagung untuk penanganan kasus ini,” tandas AKP Bambang Setiyobudi. (tr/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *