Diskon Rp 1.200 Pertalite, Belum Banyak Dinikmati Warga Jombang

  • Bagikan
Pengumuman program langit biru yang diluncurkan Pertamina.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Program Langit Biru yang diluncurkan Pertamina, yakni pemberian diskon hingga Rp 1.200 per liter untuk BBM jenis Pertalite atau sebanding dengan harga Premium, tampaknya belum dirasakan merata oleh masyarakat Jombang.

Selain tak banyak diketahui warga Jombang, program harga BBM Pertalite turun menjadi Rp 6.450 dari harga normal Rp 7.650, juga masih belum diberlakukan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jombang. Ini terpantau di SPBU Blimbing, Kecamatan Gudo dan SPBU Mojowarno.

“Saya beli BBM ini tadi harganya tetap. Nggak turun tuh. Saya juga nggak tahu kalau ada program diskon harga Pertalite seharga Premium,” ungkapnya setelah mengisi BBM.

Ia bahkan bertanya, SPBU mana yang sudah menjalankan program tersebut. Kalau pun program itu sudah berjalan, ia berharap bisa dilakukan di semua SPBU di Jombang. “Seandainya saya tahu ada penurunan harga sebesar itu, saya pilih SPBU lain aja, karena murah,” sambung dia.

Sementara Suwaji juga mengaku tak tahu jika ada program langit biru itu. Sebab, ia membeli BBM Pertalite di SPBU Blimbing masih dengan harga sama alias tidak didiskon.

“Sekarang beli, harganya tetap. Kemarin juga beli nggak turun. Nah, ini programnya kok nggak merata gitu ya,” pungkasnya.

Program yang diperuntukkan kendaraan roda dua, roda tiga, serta roda empat nopol kuning ini, juga belum diberlakukan di SPBU Mojowarno, Kabupaten Jombang. Di SPBU ini, belum ada diskon Rp 1.200 untuk BBM Pertalite.

Menurut salah satu staf SPBU Mojowarno, program langit biru merupakan tunjukan langsung dari Pertamina. Sedangkan SPBU tempatnya bekerja tidak ditunjuk.

“Kita nggak tahu mau bertahap atau enggak itu (program langit biru, red). Yang tahu Pertamina. Kita dikirimnya Pertamina ini, ya kami jualnya ini,” katanya sambil meminta identitasnya tidak disebutkan di media massa, Rabu (26/11/2020).

Ditanya mengapa tidak ditunjuk Pertamina sebagai SPBU berprogram langit biru, ia tidak bisa menjawab secara gamblang. Hanya saja, dirinya mengatakan akan patuh saja dengan kebijakan Pertamina. Selain itu, hal tersebut bukan wewenang SPBU dan SPBU tidak melakukan pengajuan terkait program ini.

“Kalau masyarakat menginginkan itu, ya itu urusan masyarakat dengan Pertamina. Kita di sini hanya melayani saja. “Kita ini apa, kita nggak punya wewenang. Bukan kita mengajukan ya. Kita melayani masyarakat sesuai arahan Pertamina. Kalau kita nggak dikasih, ngapain minta-minta,” pungkasnya. (dn/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *