Diteriaki Maling Saat Masuk Toko, Pemuda di Probolinggo Dipukuli Warga

  • Bagikan
Terduga saat hendak dibawa ke Mapolsek dari Puskesmas Wonomerto, Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Nasib sial menimpa Jamil (22) warga Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Lantaran masuk ke toko pracangan milik Nurhasanah (25) di Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, dihajar massa.

Padahal, pria kelahiran Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto itu, tidak mengambil sesuatu. Bahkan, korban Nurhasanah saat dikonfirmasi, barang yang dipajang di etalasenya tidak ada yang hilang. Meski demikain, Jamil usai dirawat di Puskesmas Wonomerto, langsung dibawa dan diamakan di Polsek Wonomerto, Polres Probolinggo Kota.

Aiptu Agus Zainudin, Kanit Reskrim Polsek setempat mengatakan, tetap mengamankan Jamil, meski pemilik toko mengaku, barang dagangannya tidak ada yang hilang. Kepada Kanit, pria berambut gondrong tersebut mengaku, tidak mengambil barang, tetapi hanya masuk toko.

Saat ditanya keperluannya masuk toko, Agus Zainuddin tidak bisa menjawab. Sebab, kondisi Jamil masih labil dan pengakuannya selalu berubah-ubah. Kanit juga belum tahu, apakah pengaruh miras atau pil koplo.

“Masih belum kami periksa. Jamil akan kami bawa ke Mapolsek,” ujarnya saat di Puskesmas Wonomerto untuk menjemput Jamil.

Dikatakan, pihaknya menuju tempat kejadian setelah mendapat laporan dari masyarakat, kalau di Desa Kedungsupit ada maling tertangkap. Pihaknya kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan langsung mengamankan Jamil. “Kami amankan dan langsung kami bawa ke Puskesmas,” tandasnya.

Hal yang sama juga diungkap Arna (60) orang tua Jamil. Saat menunggu Jamil keluar dari Puskesmas, perempuan beranak tiga itu mengaku, tidak tahu mengapa anak pertamanya yang jualan tahu keliling itu masuk ke toko Nurhasanah. Menurut sepengetahuannya, Jamil tidak pernah melakukan perbuatan melanggar aturan.

Yang jelas menurutnya, pada Senin (3/8/2020) petang sekitar pukul 19.00 WIB, Jamil bersama istrinya mendatangi rumahnya. Setalah selesai keperluannya, ia berpamitan hendak koleman atau ke undangan pernikahan salah satu rekannya di Desa Kedungsupit.

“Nggak tahu kok jadi begini. Kok nggak pulang. Mungkin pulang dulu mengantar istrinya ke Muneng. Lalu ia keluar lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, korban Nurhasanah membenarkan, kalau Selasa (4/8/2020) sekitar pukul 04.00 menjelang subuh, toko kelontongnya dimasuki pria tak dikenal. Hanya saja yang bersangkutan tidak mencuri satupun barang dagangannya. Namun, karena masuk warung ditangkap, kemudian dipukuli oleh warga.

“Saya menjerit minta tolong kalau ada maling. Warga datang dan langsung menangkapnya. Sempat dipukul oleh warga,” katanya.

Perempuan yang tidur bersama bayinya di warung malam itu heran, mengapa saat ditanya Jamil menjawab mau menjual tahu. Kemudian, Jamil keluar dan mengambil selang air di luar dan masuk kembali ke toko.

“Nggak, saya nggak dipukul. Selang yang dipegangnya dibuang keluar, begitu warga datang,” ujarnya.

Disebutkan, Jamil masuk toko dengan merusak gembok rolling door. Nurhasanah mengaku, tidak mendengar kalau rolling door tokonya dibuka. Begitu terbangun, ia melihat sesosok pria tengah duduk di depan etalase.

“Dia tidak ngapa-ngapain. Duduk di sini. Saya tahunya pas bangun. Itu sudah biasa, tiap pagi saya bangun saat tarkhim (jelang azan subuh) bunyi,” pungkasnya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *