DPRD Kota Probolinggo Dikabarkan Ditutup Sementara, Ada Apa?

  • Bagikan
Gedung DPRD Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Kabar buruk menimpa gedung DPRD Kota Probolinggo. Diperoleh informasi, kalau gedung DPRD setempat dilockdown alias ditutup. Hal itu dilakukan, sebagai buntut dari salah satu yang bekerja di DPRD setempat diduga terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat dikonfirmasi perihal tersebut, Robit Riyanto salah satu anggota dewan mengatakan, tetap akan masuk kerja pada Senin (20/7/2020) besok. Pihaknya bersama Fraksi PPP akan membahas anggaran perubahan (P-APBD) 2020. Tak hanya fraksinya, lanjut Robit, tetapi seluruh fraksi.

Tentang informasi seluruh pegawai Sekretaris Dewan (Sekwan) yang pada Senin besok akan melaksanakan test swab, Robit membenarkan. Karena alasan itulah, sehingga di Sekwan tidak ada kegiatan atau aktivitas.

“Untuk sekwan saja yang libur. Kami tetap masuk,” tandasnya.

Terhadap kabar kalau ada salah satu anggota Sekwan yang terkonfirmasi positif Covid 19, politikus PPP itu mengaku, tidak tahu.

“Saya tidak tahu. Yang jelas, Sekwan libur. Kalau saya tetap masuk, meski tidak ada agenda dari Sekwan. Kan saya tidak ikut diswab,” ujarnya singkat, Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 18.30 WIB.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Abraar HS Kuddah membenarkan, jika seluruh pegawai Sekwan akan melakukan test swab di Surabaya. Hal itu dilakukan karena salah seorang yang bertugas di gedung DPRD terpapar virus Corona.

Apakah salah seorang anggota dewan atau pegawai Sekwan, dr Abraar kembali mengatakan tidak tahu. Yang pasti menurutnya, seluruh pegawai sekwan akan melakukan test swab Senin besok.

“Nggak tahu saya. Pokoknya yang ada di dalam gedung DPRD itu,” tegasnya.

Ditanya mengenai hasil swab, Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh tersebut mengatakan belum tahu. “Besok tes swabnya di Surabaya. Hasilnya kapan, menunggu dari BPKL Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, hingga pukul 19.25 WIB, Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, belum bisa dihubungi. Padahal saat dihubungi sebelumnya, selulernya aktif dan menyarankan untuk menghubungi lagi. Mengingat, saat itu situasi di tempatnya ramai, sehingga tidak jelas kedengarannya.

“Nanti telpon lagi ya. Soalnya di sini ramai,” katanya singkat.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Kesehatan setempat dr Nurul Hasanah Hidayati. Saat dihubungi selulernya, tidak diangkat. Padahal ponselnya aktif alias online. Bahkan, saat dikirim pesan singkat melaluiWA-nya, tidak dibalas.

Sekretaris Dewan, Wahono, juga tidak bisa dihubungi nomor WA-nya. Pesan singkat yang dikirim, centang sartu warna hitam. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *