Empat Bulan Tanpa Job, Pekerja Seni di Jombang Berunjukrasa Tuntut New Normal

  • Bagikan
Pekerja seni demo di Alun2 Jombang copy
Pekerja seni, pedangdut hingga pengusaha sound system saat berunjukrasa di Alun-alun Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Empat bulan menganggur akibat pandemi Covid-19, pekerja seni tradisional dan modern, pedangdung, pengusaha rias pengantin, perlengkapan perkawinan, hingga pengusaha sound system di Kabupaten Jombang, berunjukrasa Alun-alun atau depan Pendopo kabupaten, Senin (20/7/2020).

Mereka menuntut agar New Normal diberlakukan di Kabupaten Jombang, agar mereka bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Dalam aksi ini, para pedangdut perempuan yang biasa manggung di sebuah acara, berdandan cantik laiknya akan manggung. Mereka membuang rasa sungkan untuk membentang poster dan spanduk berisi tuntutan.

Di antaranya, “Bu Bupati Izinkan Kami Tanggapan Ben Isok Bayar Angsuran”, hingga poster berisi sindiran “Cukup Atiku yang Ambyar, Jobku Jangan”, dan “Perias Butuh Merias Manten, Bukan Merias Mantan”.

Massa berunjuk rasa dengan menggunakan sekitar 180 kendaraan roda empat mulai truk hingga pikap. Ada juga kendaraan lengkap dengan sound system. Mereka berjubel memadati Alun-alun Kota Santri

Penyannyi dangdut asal Jombang Suci Astika (32) mengatakan, sejak pandemi Covid-19 Ia mengaku sudah empat bulan tidak manggung. Praktis, dia tidak mendapat pemasukan sama sekali selama empat bulan.

“Kami ingin kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami minta diterapkam New Normal. Kami akan mematuhi peraturannya,” katanya.

Sementara Ketua Paguyuban Pengusaha Sound System Jombang, Muntasir mengatakan, usaha persewaan sound system hingga perlengkapan resepsi tak ada job sama sekali selama virus Corona melanda. Sebab itu, pihaknya meminta Pemkab Jombang segera membuat aturan baru agar bisa bekerja seperti semula.

“Kita sangat terdampak, empat bulan ini kita tidak bekerja. Mohon lah dengan hati nurani Ibu Bupati untuk bisa membuka kembali kegiatan hajatan dan kegiatan sosial lainnya, seperti di kabupaten lain,” pintanya.

Sedangkan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab menerima perwakilan massa aksi di pendopo kabupaten. Pihaknya bejanji akan membuat petunjuk teknis (juknis) untuk kegiatan keramaian atau hiburan di masa pandemi Covid-19. Juknis tersebut akan mengatur kegiatan hajatan hingga hiburan.

“Nanti kita buatkan Juknis, karena di Perbup 34 tentang Pengendalian Covid-19 di Jombang itu masih secara umum saja. Kalau sudah jadi juknisnya, nanti mereka kita undang lagi. InsyaAllah 1 Agustus 2020 kita upayakan juknis selesai,” pungkas Mundjidah Wahab. (kl/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *