Gadaikan Sertifikat Tetangga, Emak-emak di Kabuh Jombang Diringkus

  • Bagikan
tersangka penggelapan sertifikat di Kabuh Jombang
Tersangka dan barang bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) saat diamankan di Polsek Kabuh, Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Ulah ibu rumah tangga (IRT) bernama Julaikah (33) ini sungguh kelewatan. Ia tega memperdayai Suparti (51) yang masih tetangganya di Dusun Prayungan, Desa Kedungjati Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Lamidi, suami Suparti, ia gadaikan sebesar Rp 33 Juta. Namun, uang tersebut dipakai untuk kepentingannya sendiri. Akibatnya, Julaikah diringkus Unit Reskrim Polsek Kabuh setelah Suparti melaporkan kejadian yang menimpanya.

Kapolsek Kabuh, AKP Darmawan mengatakan, Julaikah atau terlapor diamankan anggotanya di rumahnya pada Rabu (20/1/2020) siang. “Saat ini, terlapor sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Dijelaskannya, peristiwa ini bermula pada dua bulan lalu atau Nopember 2020. Sore sekitar pukul 15.00 WIB, Suparti terlibat perbincangan dengan Julaikah seputaran niatnya membuat kamar mandi. Namun, kondisi Suparti saat itu kekurangan dana. Ia pun berniat menggadaikan SHM atas nama suaminya itu ke BRI.

Namun, Julaikah buru-buru mencegah niatan tetangganya itu. Alasan Julaikah, proses utang-piutang dengan agunnan SHM di bank milik pemeritah itu ruwet alias berbelit-belit. Tersangka kemudian menyarankan agar menggadaikan ke temannya sekaligus menyanggupi membantu sampai pinjaman itu cair.

“Alasannya kalau menggadaikan ke temannya, cepat dan bunganya rendah,” kata AKP Darmawan.

Tergiur dengan tawaran Julaikah, Suparti segera mengambil SHM-nya dan menyerahkan ke Julaikah. Bayangan Suparti, agar ia segera mendapatkan pinjaman uang secara cepat atas bantuan Julaikah.

Esok harinya, Suparti menemui Julaikah menanyakan soal uang gadai yang dijanjikan Julaikah dengan agunan SHM-nya tersebut. Namun, Julaikah mengaku ke Suparti jika uang tersebut belum cair.

“Padahal, pinjaman dengan agunan SHM milik Suparti tersebut sudah cair sebesar Rp 33 juta. Namun, uang itu dipakai Julaikah tanpa seizin Suparti. SHM itu digadaikan ke Ida, di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan,” jelas AKP Darmawan.

Kali ini, Suparti percaya begitu saja dengan alasan Julaikah. Kemudian esok harinya lagi, Suparti kembali menanyakan SHM-nya itu apakah sudah cair atau belum. Dan Julaikah menjawab hal yang sama, yakni belum cair.

“Berulangkali ditanyakan, Julaikah selalu mengatakan belum cair,” sambungnya.

Lantaran pinjaman yang diharapkan tak kunjung cair, Suparti pun meminta kembali SHM-nya. Julaikah pun menyanggupi, namun lagi-lagi ia beralasan tidak sekarang. Butuh waktu agar SHM tersebut bisa keluar. Dalihnya, SHM terlanjur masuk ke tempat pegadaian yang diakui Julaikah sebagai temannya tersebut.

Beberapa hari berselang, SHM tersebut tak kunjung kembali ke tangan Suparti. Lagi-lagi, saat ditanya Suparti, Julaikah selalu menjawab SHM masih diurusnya. Hingga akhirnya Suparti geram dan melaporkan tetangganya itu ke Polsek Kabuh.

Selain meringkus Julaikah, polisi juga mengamankan SHM atas nama Lamidi sebagai barang bukti. Ia pun kemudian dijebloskan ke sel tahanan guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pemeriksaan yang kita dilakukan, tersangka mengakui uang gadai dengan agunan SHM tersebut telah ia gunakan sendiri tanpa seizin pemilik sertifikat,” kata AKP Darmawan.

Atas perbuatannya, sambungnya, tersangka Julaikah terancam dijerat Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *