Gagal Jambret Ponsel di Konter Kota Probolinggo, Pelaku Dimassa

  • Bagikan
jambret ponsel di kota probolinggo
Tersangka saat bersama Kanit Reskrim Polsek Mayangan Polres Probolinggo Kota, Iptu Mugi.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Aksi pencurian handphone di sebuah konter di Jalan KH Hasan Genggong atau Jalan jurusan Lumajang, Kota Probolinggo, dapat digagalkan. Setelah pemiliknya berteriak maling, saat pelaku yang berpura-pura membeli tersebut mambawa kabur ponselnya.

Kejadian tersebut diungkap Kapolsek Mayangan Kompol Bambang Ponco melalui Iptu Mugi, Kanit Reskrim, Rabu (25/11/2020) sore. Disebutkan, saat ini pelaku pencurian Muhammad Abdullah (40) ditahan di Mapolsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. Mengingat, barang yang dicuri, harganya di atas Rp 2,5 juta. Menurutnya, yang menangkap pelaku adalah dirinya dan anggotanya saat Patroli (Polisi Kring).

Pada Selasa (24/11/2020) siang, Iptu Mugi berada di dekat konter Bolang milik Eko Prayuga Arisandi, (29) atau korban. Tiba-tiba pemilik konter berteriak maling dan ia melihat pelaku tengah kabur. Pelaku ditangkap warga, dan langsung diamankan oleh Iptu Mugi dan anggotanya.

“Sempat dipukuli warga saat pelaku hendak dimasukkan ke mobil patroli. Kejadiannya pas saya ada di toko sebelah konter,” ujar Mugi.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti sebuah HP milik korban dan sepeda motor pelaku yang ditinggal di depan konter. Menurut Mugi, sekitar pukul 10.30 WIB, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah nopol N-2761-ZU mendatangi sebuah konter di Jalan Lumajang, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran.

Dengan modus membeli HP, pelaku melancarkan aksinya. Kemudian HP Xiomi yang dipegang pelaku dibawa kabur. Pemilik yang kaget, spontan berteriak maling. Warga sekitar yang mengetahui aksi itu langsung mengejar dan menangkap pelaku. “Lari, sepeda motornya ditinggal,” katanya.

Mugi menjelaskan, pelaku merupakan spesialis jambret handphone, namun ia ditangkap warga saat membawa kabur HP di konter. Keterangan yang diperoleh dari pelaku, sudah beberapa kali menjambret ponsel.

“Belum pernah ketangkep. Baru kali ini ketangkep. Itupun bukan njambret, tapi mencuri,” jelasnya.

Keterangan pelaku, aksi pencurian sudah lima kali dilakukan. Dua di wilayah Kota dan tiga di Kabupaten Probolinggo. Tersangka yang memiliki dua orang anak itu pernah masuk penjara, namun bukan perkara pencurian, tapi akibat perkelahian. Ia bebas dari penjara 2003 lalu. Kelima aksi jambret dilakukan sebulan terakhir, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya asli Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo. Nikah dengan orang Klakah. Saya baru sebulan jambret. lima kali saya jembret pak. HP-nya saya jual di Klakah, laku Rp 300 hingga Rp 600 ribu. Uangnya saya buat makan,” terang pria yang tinggal di Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang ini ke petugas. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *