Kabar Anggota DPRD Kota Probolinggo Positif Covid-19 Dibantah, Tapi Kantor Ditutup

  • Bagikan
Swab anggota DPRD Kota Perobolinggo1
Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib saat menjalani tes swab.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Kantor DPRD Kota Probolinggo, dilockdown. Penutupan dilakukan, menyusul salah seorang anggotanya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, setelah berkunjung ke Pulau Bali. Hanya saja belum jelas, apakah benar ada Anggota DPRD yang terpapar virus Corona.

Saat dikonfirmasi usai menjalani tes swab, Ketua DPRD, Abdul Mujib membantah, kalau salah satu anggotanya positif. Test swab yang diikuti hanyalah mengantisipasi penularan virus corona. Mengingat, sebelumnya ada salah satu driver atau sopir anggota dewan yang positif Covid-19. Karenanya, tidak hanya pegawai Sekwan, tetapi anggota DPRD juga ikut diswab.

“Setelah diketahui sopir positif, maka seluruh pegawai dan anggota dewan dirapid test. Hasilnya, ada beberapa yang reaktif. Makanya dilakukan test yang tertinggi yakni, swab seperti sekarang ini,” tandasnya ke sejumlah wartawan.

Meski didesak ada informasi baru kalau salah satu anggotanya terpapar virus Corona, Politisi PKB tersebut tetap tidak mau membuka. Ia hanya mengaku, kalau mendapat surat tertutup yang tidak dijelaskan asalnya. Pria yang biasa disapa Mujib tersebut menegaskan, kalau surat yang dimaksud tidak untuk dipublis isinya.

“Kami terima surat tertutup. Isinya tidak boleh dipublikasikan,” ujarnya usai menjalani tes swab.

Ditanya, apakah kantor DPRD akan dilockdown, Mujib menegaskan, menunggu hasil swab. Selama menunggu, pihaknya menghindari tatap muka langsung. Agenda segala jenis rapat akan dilakukan video confrence.

Tentang salah satu anggota dewan yang berkunjung ke Bali positif Covid -19. Mujib menjawab, belum bisa memastikan. “Nanti saja kalau ada perkembangan, saya sampaikan ke rekan-rekan wartawan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Mukhlas Kurniawan, Wakil Ketua DPRD. Politisi dari Partai Golkar tersebut mengaku, tidak tahu kalau salah satu rekannya positif Covid-19. Apalagi bukan kewenangannya, tetapi kewenangan Dinkes.

Terkait swab yang diikuti, menurutnya, sebagai tindak lanjut rapid test yang dilakukan sebelumnya. “Protapnya memang seperti itu. Setelah test rapidnya reaktif, maka sekarang kita harus swab,” katanya.

Anggota dewan yang membenarkan kalau sebelumnya berkunjung ke Bali tersebut menyatakan, belum tahu apakah gedung dewan dilockdown atau tidak. Menurutnya, menunggu keputusan rapat pimpinan bersama anggotanya.

“Hari ini memang tidak ada agenda kegiatan, karena ada tes swab. Selanjutnya, tergantung rapat pimpinan bersama anggota,” pungkas Mukhlas yang sudah 2 periode menjadi wakil rakyat tersebut.

Sementara itu, Kasubbag Umum Sekwan, Mardi Prihartini memastikan, kalau mulai Selasa (21/7/2020) besok, kantor dan gedung DPRD dilockdown alias tutup total. Hanya saja, ia tidak menjelaskan penyebabnya, namun membenarkan kalau sebagian anggota dewan berkunjung ke Bali sebelumnya.

“Yang ke Bali Banmus (Badan Musyawarah) beserta Banggar (Badan Anggaran),” ujarnya, saat memantau pelaksanaan swab di ruang komisi III.

Mantan Kepala Humas dan Protokol tersebut juga tidak menyebut alasan ditutupnya kantor DPRD. Ia hanya menegaskan mulai hari ini, Senin (20/7/2020) seluruh pegawai Sekwan dan anggota dewan beraktivitas di rumah. Mereka melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Mulai hari ini sampai 3 Agustus, Dewan tidak boleh ngantor. Otomatis tidak ada agenda kegiatan. Sekarang kan jadwal fraksi membahas laporan pertanggungjawaban Wali Kota,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari internal menyebut, salah satu anggota dewan diduga ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil Swab tertanggal 17 Juli 2020. Sejak tanggal itulah semua kegiatan aktivitas di DPRD baik di dalam dan di luar kota dihentikan sementara selama 14 hari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *