Kain Kafan Raib, Pelaku Diduga Pakai Piring Seng Gali Makam di Jombang

Warta Bangsa - 20 September 2020
Kain Kafan Raib, Pelaku Diduga Pakai Piring Seng Gali Makam di Jombang
Kondisi makam yang terbongkar dan satu kain kafan raib, di Dusun Sumberbeji, Desa KEsamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. - ()
Penulis
|
Editor

JOMBANG, WartaBangsa.id – Ketenangan warga Dusun Sumberbejo, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupatem Jombang, Jawa Timur, mendadak berubah gempar, Minggu (20/9/2020). Menyusul adanya satu kuburan atau makam di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, tergali dan satu kain kafan raib.

Perbuatan nyeleneh itu pertama kali diketahui Suparno (54) seorang petani desa setempat namun beda dusun, sekitar pukul 16.00 WIB. Dia mengetahui, makam almarhum Anis Purwaningsih (26) warga Dusun Sumberbeji sudah terbongkar alias tergali.

Kondisi tersebut, kemudian melapor ke perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak berwajib. Tak lama berselang, polisi membentang police line di area makam yang tergali tersebut untuk mempermudah olah TKP.

Kapolsek Ngoro, AKP Yanuar Tri Ratna Sanjaya mengatakan, dari hasil pemeriksaan, diketahui satu dari tiga potong kain kafan almarhum Anis Purwaningsih, hilang. Dikatakannya, almarhum Anis dimakamkan di TPU tersebut pada Sabtu 19 September 2020, sekitar pukul 16.00 WIB.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum mengetahui motif pelaku membongkar dan mengambil satu kain kafan seorang ibu rumah tangga (IRT) tersebut. Pasalnya, pihaknya hingga kini masih mencari siapa yang nekat berbuat nyeleneh tersebut.

“Untuk pelaku, masih dalam penyelidikan,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Dari olah TKP, lanjut AKP Yanuar, ditemukan piring seng di sekitar lokasi. Pihaknya menduga, piring seng tersebut diduga sebagai alat untuk menggali kuburan baru dua hari tersebut. “Piring seng itu kini kami amankan sebagai barang bukti,” sambungnya.

Pelaku, menurut Kapolsek, jika tertangkap bisa diterapkan Pasal 180 KUHP yang dengan sengaja dan dengan melawan hak mengeluarkan mayat dari kuburan atau mengambil/ memindahkan atau mengangkat mayat yang dikeluarkan.”Ancamannya, penjara 1,4 tahun,” tandasnya.

Meski begitu, kata dia, pihak keluarga yang ditinggal almarhum menyatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan meminta untuk dikubur kembali. (an/wb)

Tinggalkan Komentar

Close X