Kasus Dugaan Dana Hibah, Ketua KONI Jombang Ditetapkan Tersangka

  • Bagikan
Ketua KONI Jombang Tito Kadar Isman
Ketua KONI Jombang, Tito Kadar Isman.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, akhirnya menetapkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang, Tito Kadar Isman, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah.

Kepala Kejari Jombang, Yulius Sigit Kristanto, peningkatan status Tito Kadar Isman dari saksi menjadi tersangka, setelah melalui tahapan sejumlah proses penyidikan. Yakni dari alat bukti dan pemeriksaan sejumlah saksi. Tito disangkakan menyalahgunakan dana hibah tanpa bisa mempertanggung jawabkan.

“Kami simpulkan dan kita tetapkan TKI (Tito Kadar Isman), sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana hibah KONI tahun 2017 sampai 2019. Artinya mulai hari ini status penanganan tindak pidana korupsi dinyatakan sudah ada tersangkanya,” kata Yulius Sigit Kristanto, Kepala Kejari Jombang, di kantornya jalan Wahid Hasyim, Selasa (8/12/2020).

Dijelaskan Sigit, ketua KONI Jombang, disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1, junto pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-undang RI, nomor 31 tahun 1999. Sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi dan ahli, ditemukan terdapat kerugian negara hingga ratusan juta rupiah yang diduga diselewengkan.

Bahkan, dari dokumen penggunaan dana yang sudah disita, beberapa di antaranya tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan.

“Satu contoh, untuk anggaran Rp 1,5 Miliar masuk ke Cabor dan sisanya yang Rp 500 juta ke Sekretariat. Kita audit banyak dokumen-dokumen yang uangnya keluar tetapi SPJ (surat pertanggung jawaban)-nya tidak ada. Hitungan sementara, ada kerugian negara sekitar Rp 270-an juta. Tapi ini bisa jadi bertambah karena ada beberapa yang masih kita gali lagi,” jelasnya.

Kajari Sigit mengaku, masih belum melakukan penahanan tersangka. Penyidik masih perlu melakukan pemeriksaan ulang, karena diduga masih ada tersangka lain yang terlibat.

“Belum, kita tetapkan tersangka dulu. Nanti akan dilakukan pemeriksaan lagi. Kemungkinan ada orang lain yang bertanggungjawab,” tandas Sigit.

Sekedar informasi, Kejari Jombang, mendalami kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2017 hingga tahun 2019. Pada tahun 2017, KONI Jombang mendapat dana hibah sebesar Rp 2 Miliar dari Pemkab Jombang.

Tahun 2018, KONI Jombang kembali dapat dana hibah sebesar Rp 2 Miliar. Dan pada tahun 2019, KONI Jombang mendapat dana hibah sebasar Rp 3,5 Miliar. (med/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *