Kasus Pembunuhan Bocah di Kedung Cinet Jombang, Mulai Disidangkan

Warta Bangsa - 17 November 2020
Kasus Pembunuhan Bocah di Kedung Cinet Jombang, Mulai Disidangkan
Proses sidang kasus pembunuhan bocah di Kedung Cinet, digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Selasa (17/11/2020). - ()
Penulis
|
Editor

JOMBANG, WartaBangsa.id – Sidang kasus pembunuhan terhadap bocah 12 tahun bernama Alfian Rizky Pratama, warga Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, di tempat wisata Kedung Cinet, digelar secara virtual di tiga tempat, yakni di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan di Lapas Klas IIB Jombang, Selasa (!7/11/2020).

Selain teleconference, sidang yang berakhir sekitar pukul 14.00 WIB ini, juga berlangsung tertutup. Mengingat, terdakwa AHR (16) yang tak lain tetangga korban, tergolong masih di bawah umur.

Sidang kali ini merupakan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara virtual dari kantor Kejari Jombang. Dalam kasus ini, JPU menghadirkan empat orang saksi. Di antaranya pihak keluarga korban, dan saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP)

Sementara di ruang sidang PN Jombang, hanya dihadiri penasihat hukum terdakwa dari LBH Perempuan dan Anak Pu_An Sejahtera dan orang tua terdakwa.

“Kalau terdakwa AHR, secara live dari Lapas Jombang,” kata Nanang P SH MH, salah satu penasihat hukum terdakwa usai persidangan.

Dikatakan Nanang, sidang akan dilanjutkan Kamis (19/11/2020) besok dengan agenda menghadirkan saksi dai pihak terdakwa. Ia juga mengatakan, sidang akan berlangsung cepat karena terdakwa masih di bawah umur.

“Mungkin dua minggu ke depan, sudah ada putusan. Ya karena terdakwa masih di bawah umur,” ungkapnya.

Sidang kali AHR didakwa telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 80 (3) UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 atau pasal 340 atau pasal 338 yang diatur dalam KUHP.

Di pasal itu, termaktub “Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah)”.

Diberitakan sebelumnya, tersangka AHR (16) tega menghabisi nyawa Alfian Rizky Pratama (12) bocah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kauman, Jombang, dengan cara ditenggelamkan ke sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Rabu (21/10/2020) lalu.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih mengatakan, peristiwa ini dipicu, sebelumnya korban pernah meminjam uang Rp 200 ribu untuk game online ke tersangka AHR. Lantaran belum bisa membayar, tersangka menaruh dendam pada siswa kelas 6 itu.

Antara korban dengan AHR, adalah teman sekaligus tetangga dekat di Desa Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang. Tempat tinggal mereka hanya berjarak sekitar 5 rumah saja. AHR merupakan pelajar kelas XI Madrasah Aliyah.

Rasa dendam itu, Rabu itu sekitar pukul 11.30 WIB, AHR mengajak Alfian bermain ke sungai wisata Kedung Cinet. Selain keduanya, M Addin (17), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, juga ikut ke lokasi.

“Di lokasi, korban didorong dan diinjak-injak kepalanya sampai korban tenggelam di sungai. Lalu tersangka bilang ke orang tuanya (korban) kalau korban tenggelam,” jelas AKP Christian Kosasih.

Selain keterangan dari saksi, pembunuhan yang dilakukan AHR ini juga ditunjang dengan hasil visum luar terhadap jenazah korban. “Hasil visum sementara memang ada luka memar di kepala korban,” ungkap Kosasih.

Polisi memperkuat bukti pembunuhan ini dengan membongkar makam Alfian pada Jumat (23/10/2020) pagi. Jenazah bocah itu diautopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri di area makam. Sedangkan AHR ditahan di Rutan Polres Jombang.

“Tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana karena itu sudah dia rencanakan,” pungkas Kosasih. (an/wb)

Tinggalkan Komentar

Close X