Kasus Pencabulan Anak Angkat di Jombang, Masih Terus Didalami Polisi

  • Bagikan
ilustrasi pencabulan2
Ilustrasi

JOMBANG, WartaBangsa.id – Kasus dugaan pencabulan yang menimpa anak angkatnya sendiri hingga hamil dan mengalami keguguran, terus didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setyani mengatakan, selain WGS (45) bapak angkat korban, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi.

Dalam pemeriksaan itu terkuak, ulah bejat WGS (45) diduga telah dilakukan cukup lama. Yakni sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Bahkan, WGS juga diduga selalu mengancam korban, ketika hendak memperkosa gadis yang masih keponakannya tersebut. Sehingga Bunga tidak berani mengatakan apa yang dia alami kepada siapapun.

“Ulah pelaku terhadap korban dilakukan sejak kelas lima SD. Diduga, ini korban ada ancaman-ancaman dari pelaku, sehingga tidak berani bilang pada siapa pun,” ujar Ipda Agus, Rabu (7/10/2020).

Bunga sendiri merupakan remaja yatim piatu, dan sejak usianya tiga tahun ia dirawat WGS.

Sebelumnya, kasus ini terkuak setelah sebelumnya Bunga mengalami pendarahan, pada akhir September 2020 lalu. Ibu angkatnya, yang juga istri dari WGS awalnya mengira korban mengalami sakit perut biasa lantaran menstruasi. Namun, setelah diperiksakan korban ternyata mengalami pendarahan dan keguguran.

Korban pun kemudian mengaku, telah menjadi pelampiasan nafsu bejat WGS. Karena tak terima dengam ulah suaminya itu, ibu korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Jika terbukti bersalah, pelaku bakal terjerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun,” pungkas Ipda Agus Setyani. (tr/wb)

Baca Sebelumnya: Dikira Menstruasi Ternyata Anak Angkatnya Keguguran, Bapak di Jombang Dipolisikan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *