Ketahuan Chat dengan Pria Lain, Istri Siri Dihabisi

  • Bagikan
Tersangka pembunuh istri sirinya, Syarizal saat dirilis di Polres Probolinggo Kota.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Peristiwa pembunuhan yang menimpa Nurul Fadilah (25) pada Rabu (20/1/2021) pukul 16.00 WIB lalu, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah Syahrizal (28) suami siri korban. Motifnya, selain sakit hati karena pelaku tidak disukai kedua orang tua korban.

Hal tersebut terungkap, saat Polres Probolinggo merilis kasus yang mengagetkan keluarga Nurul tersebut, Kamis (21/1/2021) pukul 14.30 WIB. Barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian, di antaranya kabel charge handphone hitam, obat nyamuk jenis hair spray (semprot) dan sebuah handphone milik korban.

Di hadapan Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko Murdiyanto, tersangka Syahrizal berterus terang, membunuh perempuan yang disiri bulan puasa tahun kemarin karena sakit hati. Di handphone istrinya, pelaku menemukan chatingan WhatsApp istrinya dengan pria lain.

Selain itu, karena kedua orang tua korban tidak suka pada pelaku dan berusaha memutus hubungan suami istri pasangan ini. Saat ditanya untuk apa charge handphone dan racun nyamuk semprotan? Pria asal Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau ini menjawab, akan digunakan mengakhiri hidupnya.

“Kami sehidup semati pak. Pingin mati bersama,” katanya.

Sementara itu, Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, Nurul dibunuh dengan cara dicekik dan dipukul di kamar rumah kos Syahrizal, jalan Letjen Sutoyo, Gang V, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Terdapat luka di leher dan lebam di bagian kepala akibat cekikan dan pukulan.

Tersangka tega menghabisi nyawa korban, karena sakit hati dan tidak disukai kedua orang tua korban. Keduanya melangsungkan nikah siri sekitar satu tahun lalu, yang sebelumnya kenal melalui Facebook.

“Tersangka tinggal serumah dengan istri sirinya di rumah mertuanya, jalan Kiai Sekar, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo,” ujarnya.

Lantaran ada masalah, Syahrizal kemudian kos di RT 6 RW 3, Kelurahan Tisnonegaran, tanpa ditemani istrinya. Pada Selasa sore, korban mendatangi kos-kosan suaminya untuk mengantar pakaian. Beberapa saat kemudian, keduanya terlibat cekcok atau pertengkaran. Pemicunya, tersangka melihat percakapan istrinya di WA dengan lelaki lain.

Syahrizal tidak bisa menahan emosi dan langsung mencekik dan memukul Nurul. Tahu istrinya tak bergerak (meninggal) pelaku panik dan mencoba bunuh diri dengan cara menyemprotkan racun nyamuk jenis semprot ke mulutnya.

“Lalu, korban mencoba gantung diri mengguakan kabel charge handphone,” sebut Iptu Joko.

Karena tidak berhasil, Syahrizal lalu keluar mengendarai sepeda motornya menuju Mapolresta untuk menyerahkan diri. Mendengar ada pembunuhan, sejumlah anggota Polresta mendatangi lokasi kejadian.

“Kami tahunya dari laporan masyarakat. Kami jerat tersangka dengan pasal 338 KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun,” katanya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *