Lelaki 65 Tahun di Kota Probolinggo Nekat Gantung Diri di Jemuran

  • Bagikan
Warga berkerumun di sekitar rumah korban, menyaksikan proses pemeriksaan dan olah TKP polisi.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Muhammad Chaji (65) warga di Jalan Sunan Kalijaga, RT 4 RW 5, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ditemukan meninggal, Selasa (28/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pria yang berprofesi sebagai sopir bus itu meninggal dengan tidak wajar, diduga bunuh diri. Sebab, saat ditemukan posisinya setengah berdiri dan di lehernya melilit tali sepatu.

Pria yang memiliki 4 anak ini diduga gantung diri di tiang jemuran, sisi utara rumahnya. Meski demikian, korban tidak dibawa ke RSUD dr Mohammad Saleh untuk diautopsi. Selain permintaan warga, petugas yang melakukan olah TKP, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya.

Hasan (52) salah seorang tetangga dekat korban mengaku, melihat korban sudah tergeletak. Ia tidak tahu, siapa yang memotong tali sepetu yang menjerat leher korban. Informasi yang didapat, istri korban yang memutus tali sepatu putih tersebut dengan gunting.

“Saya tahunya dari anak korban. Begitu saya masuk, saya larang keluarganya menyentuh tubuh korban. Menunggu polisi datang,” ujarnya.

Hasan tidak tahu pasti penyebab, sehingga Kakek yang biasa dipanggil Kayik tersebut meninggal. Yang ia ketahui, korban sakit lama dan beberapa kali dioperasi, namun tidak kunjung sembuh. Korban, menurutnya, sehari-harinya tinggal bersama istri dan seorang anaknya.

“Saya nggak tahu nama aslinya. Tetangga sini biasa manggil Kayik ke korban. Penyebabnya, saya tidak tahu. Tapi korban sakit lama dan enggak sembuh-sembuh,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP. Heri Sugiono mengatakan, berdasarkan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan keluarga dekat korban, diduga kuat korban bunuh diri. Bahkan, menurut keterangan anak dan istrinya, kalau korban sudah lama menderita sakit hernia.

“Sudah operasi dua kali, tapi tidak sembuh. Mungkin itu penyebabnya,” jelasnya.

Pihaknya tidak membawa korban ke RSUD dr Muhammad Saleh, karena atas permintaan keluarga. Selain itu, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan.

“Nggak dibawa ke RSUD. Langsung dimakamkan atas permintaan keluarga korban. Kami sudah berkoordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas. Memang indikasinya tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” pungkasnya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *