Mengaku Punya Utang, Pasutri di Mojokerto Nekat Edar Sabu-sabu

  • Bagikan
sabu sabu mojokerto copy1
Sejumlah 21 tersangka dari 16 ungkap kasus Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota, sejak awal Januari 2021 hingga saat ini.

MOJOKERTO, WartaBangsa.id – Mengaku demi membayar utang, pasangan suami istri (Pasutri) yakni Slamet alias Kepet (42) dan NS, istrinya, nekat menjual narkoba jenis sabu-sabu. Bukannya bisa membayar utang yang diakuinya sebesar Rp 7 juta, keduanya justru mendekam di sel tahanan Polres Mojokerto Kota.

Pasutri tersebut diringkus di rumahnya, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (5/1/2021). Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti 12 plastik klip sabu-sabu siap edar.

“Barang bukti dari pasutri ini total seberat 28,09 gram sabu-sabu,” kata AKBP Deddy Supriadi, Kapolres Mojokerto Kota saat merilis kasus peredaran narkoba di Polres Mojokerto, Senin (25/1/2020).

Menurutnya, pasturi tersebut ditangkap, setelah polisi melakukan pengembangan terhadap tersangka Unyil, yang lebih dulu diringkus. “Tersangka Unyil, mendapat sabu-sabu dari tersangka Slamet,” sambungnya.

Selain 28,09 gram sabu-sabu, polisi juga menyita satu timbangan elektrik, uang tunai Rp 650 ribu, dua handphone, alat isap, dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Kapolres, mereka sudah empat bulan mengedarkan sabu-sabu. Deddy menyebutkan, dalam aksi penjualan barang terlarang tersebut, pasutri ini berbagi peran.

“Tersangka Slamet mengedarkan sabu-sabu, sedangkan istrinya NS bertugas mengelola keuangan dari hasil penjualan,” beber AKBP Deddy.

Dikatakannya, pasutri ini ternyata tidak hanya mengedarkan, namun juga pemakai narkoba.

Saat ini, pihaknya masih memburu bandar yang memasok sabu-sabu kepada Slamet. Disebutkan AKBP Deddy, pengedar tersebut berasal dari Surabaya.

“Sabu-sabu dari temannya di Surabaya, diedarkan di Kota Mojokerto, dan sasarannya adalah sopir,” ujar Deddy.

Sementara tersangka Slamet saat diinterogasi di depan wartawan mengaku, menjual sabu-sabu untuk membayar utang. Ia mengatakan, pekerjaannya sebagai sopir tidak cukup mencukupi biaya hidupnya, sehingga terbelit sejumlah utang.

“Terpaksa mengedarkan sabu-sabu untuk bayar utang Rp 7 juta. Kalau narkoba itu dapat dari teman saya yang juga sopir di Surabaya,” bebernya.

Dia mengajak istrinya saat transaksi narkoba berupa satu poket sabu-sabu seberat 5 gram sebanyak tiga kali di jalan raya seputar Kabupaten Mojokerto. “Saya mengajak istri saat itu (transaksi narkoba) sudah tiga kali,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota berhasil mengungkap 16 kasus peredaran narkoba dengan 21 tersangka, dalam durasi mulai awal Januari 2021 hingga merek dirilis di Polres Mojokert Kota. Sementara barang bukti yang diamankan, total sebanyak 55,14 gram dan satu butir pil ekstasi. (im/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *