Modin di Sidayu Gresik Dilaporkan Pencabulan Anak di Bawah Umur

  • Bagikan
ilustrasi pencabulan
Ilustrasi.

GRESIK, WartaBangsa.id – Pria berinisial SLM (55) yang merupakan modin atau Kaur Kesejahteraan Masyarakat (Kesrsa) di wilayah Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Ia dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap anak berusia 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, dan masih tetangganya. Mirisnya lagi, bunga (nama samaran) merupakan anak yatim.

Dugaan perbuatan cabul yang mengarah pada persetubuhan ini, tega terlapor lakukan sejak korban masih duduk di kelas 4 SD. Awalnya, pihak keluarga tidak mengetahui kejadian yang menimpa putrinya itu. Kasus ini terkuak, setelah terlapor bertamu ke rumah kerabat korban untuk melamar bunga.

“Awalnya pihak keluarga tidak tahu kejadian ini. Kami justru tahunya dari dia (SLM) sendiri yang mau melamar cucu dari saudara saya. Kami dari keluarga juga kaget, anak masih kecil kok sudah mau dinikahi,” ujar MSD (45), saudara dari kakek korban.

Dari situlah, pihak keluarga curiga dan mendesak korban untuk jujur. Akhirnya, lanjut MSD, korban pun bercerita, jika terlapor sudah beberapa kali mencabulinya.

“Korban ini memang sering dolan (bermain) ke rumah (diduga) pelaku karena cucunya teman seumuran. Yang heran, kok tega berbuat seperti itu. Katanya (korban) pernah dicabuli di sebuah makam, pernah juga di sebuah rumah,” ucapnya.

Sementara Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Joko Supriyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Bahkan, Ipda Joko menyebut kasus ini bukan sekedar dugaan pencabulan, tapi sudah mengarah pada persetubuhan anak di bawah umur.

“Laporannya sebelum bulan puasa lalu. Sekarang kasus ini sudah tahap penyidikan dan kami juga datang ke rumah korban untuk melakukan penyitaan barang bukti,” paparnya.

Disinggung terkait perkembangan laporan kasusnya, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk menjerat terlapor. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban, saksi dan juga terlapor.

“Kita akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka bulan ini,” pungkasnya. (klj/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *