Nekat Curi Kabel Tembaga di Gresik, Lima Pemuda Diringkus Polisi

  • Bagikan
Kelima tersangka pencurian kabel tembaga milik PT Telkom, saat diamankan di Polsek Cerme, Gresik.

GRESIK, WartaBangsa.id – Terlibat kasus pencurian kabel tembaga tanah ukuran 600 Fare milik PT Telkom Datel Gresik, lima pemuda diringkus petugas dari Polsek Cerme, Gresik. Mereka ditangkap polisi pada Rabu 8 Juli 2020, saat asyik memancing.

Kelimanya yakni berinisial S (26) warga Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme, Gresik. Kemudian, AS (30), AS (30), MA (21) dan CA (21), mereka merupakan warga Kelurahan/ Kecamatan Asemrowo, Surabaya.

Kapolsek Cerme AKP Moh Nur Amin mengatakan, kabel untuk jaringan telepon yang mereka curi, sepanjang 15 meter. Berada di Kolong Jembatan Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik. Mereka beraksi pada Rabu 1 Juli 2020 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kabel tersebut mereka potong-potong. Setelah itu, lanjut Moh Nur Amin, kabel hasil curiannya mereka simpan di tempat yang dirasa aman, sekitar 4 meter dari lokasi kejadian. Agar tak terlihat, kabel tersebut ditutupi semak-semak dan dedaunan kering.

“Hasil curian baru diambil pada Rabu 8 Juli 2020 sekitar pukul 03.30 WIB,” kata Moh Nur Amin, Senin (13/7/2020).

Selang beberapa hari dari kejadian tersebut, Polsek Cerme mendapatkan laporan kehilangan kabel dari PT Telkom. Dari laporan itu, polisi pun segera melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap kelima tersangka.

Kepada polisi, mereka mengaku nekat mencuri kabel untuk kembali dijual, namun dengan harga murah. “Untuk total kerugiannya, senilai Rp 30 Juta,” sambungnya.

Selain kelima tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 18 potongan kabel tembaga tanah ukuran 600 fare, satu cutter warna merah, sebuah cetok, gergaji besi dan pisau.

Juga dua sepeda motor masing-masing jenis Supra hitam nopol L-2871-OB dan Yamaha Mio J hitam putih Nopol L-3586-AS.

Atas perbuatannya, kelima tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Cerme. “Mereka terancam dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4e tentang Pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkas AKP Moh Nur Amin. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *