Ngaku Sulit Kerja Saat Pandemi, Tiga Pria di Jombang Nekat Edarkan Sabu-sabu

  • Bagikan
Tiga tersangka kasus peredaran sabu-sabu saat diamankan di Polres Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Tiga pria asal Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, dicidup petugas Satresnarkoba Polres Jombang di rumah masing-masing, namun berbeda waktu. Ketiganya diduga nekat menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Tiga pria tersebut yakni, Aryfin alias Tembus (38) seorang buruh pedagang ikan waraga Desa Keplaksari, kemudian Sutono alias Sam (44) dan M Maftukh Mirzaq alias Mirza (35). Sam dan Mirza ini merupakan warga Desa Senden.

“Ketiganya merupakan pengedar, hasil pengembangan dari tersangka yang sebelumnya kami tangkap,” kata AKP Moch Mukid, Kamis (6/8/2020) malam.

Dari ketiganya, Aryfin alias Tembus lebih diringkus polisi, yakni pada Selasa 4 Agustus 2020 sekitar pukul 15.53 WIB. Darinya, polisi mengamankan barang bukti berupa, 2 plastik klip berisi sisa sabu-sabu seberat 0,25 dab 0,10 gram, juga sebuah pipet kaca terdapat sisa sabu seberat kotor 1,84 gram, serta seperangkat alat hisap.

Selanjutnya, Rabu 5 Agustus 2020 sektiar pukul 06.54 WIB, polisi meringkus Sutono alias Sam. Dari tangan Sam, diamankan barang bukti 7 plastik klip berisi sabu-sabu masing-masing 0,27 gram, 0,25, 0,23, 0,23 0,22, 0,21, 0,14 gram. Juga sebuah korek api, gunting, botol bong, 2 potong sedotan, dan 1 unit ponsel merek Asus.

Sekitar 2 jam lebih kemudian setelah Sam ditangkap, giliran Mirza diringkus polisi. Polisi mengamankan barang bukti darinya yakni sebungkus plastik klip, di dalamnya terdapat 3 plastik klip diberi label S, B dan H masing-masing berisi sabu-sabu seberat kurang dari setengah gram.

Selain itu, 1 kotak dosbook bekas HP Samsung di dalamnya terdapat 1 unit timbangan elektrik merek Constant warna hitam beserta dengan 2 baterai, 4 sedotan sebagai skrup, 2 pack plastik klip kosong dengan ukuran 4×6 dan 3×5, dan 1 unit handphone merek Samsung warna putih.

Moch Mukid mengatakan, dari pengakuan tersangka, barang terlarang tersebut mereka peroleh dari wilayah Sidoarjo dengan system ranjau. Perbuatan melawan hukum ini dilakukan, kata Moch Mukid, sudah sekitar dua bulan lalu.

“Pengakuannya, selama pandemi Covid-19 mereka sulit mendapatkan pekerjaan, hingga akhirnya nekat jadi pengedar narkoba. Karena tergiur keuntungan lebih,” katanya.

Saat ini, ketiganya harus meringkuk di sel tahanan Polres Jombang guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Para tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas AKP Moch Mukid. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *