Pasar Baru Kota Probolinggo Becek Tiap Hujan, Sepi Pembeli

  • Bagikan
Pasar baru kota probolinggo bocor
Salah satu pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo, saat menunjukkan bagian atap bangunan yang bocor.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Seperti biasanya, setiap musim penghujan tiba, pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo, mengeluh. Alasannya, atap dan talang di beberapa bagian bocor karena sudah menua alias lama tidak diganti.

Tak hanya jalannya yang becek, air hujan juga jatuh atau menetesi jualannya, sehingga busuk atau rusak. Kondisi dan situasi tidak nyaman seperti itu sudah lama dialami, namun keresahan pedagang tidak pernah ditanggapi, meski sudah disampaikan ke Kepala Pasar. Dan tetap saja, Genteng dan talang yang bocor dibiarkan alias tidak pernah diperbaiki.

Agar kios, bedak dan dagangannya tidak terkena tetesan air hujan, beberapa pedagang memperbaiki dengan cara enambal talang yang rusak. Ada juga pedagang yang memasang terpal di depan bedaknya agar jualannya tidak ditumpahi air hujan.

“Saya perbaiki sendiri talang yang bocor. Habis Rp150 ribu,” ujar Hosna, Senin (7/12/2020) siang.

Namun, talang di depan kiosnya tersebut kini bocor lagi akibat termakan usia. Perempuan asal Kelurahan Jrenbang Wetan, Kecamatan Kedopok tersebut berharap, ada penanganan dari pemkot.

“Kalau dibiarkan seperti ini, rusak jualan saya,” ujar perempuan yang berjualan sayur dan buah tersebut.

Pedagang lain, Rahmawati menyebut, sudah lebih dari 2 tahun kondisi talang bocor dibiarkan. Dirinya bersama pedagang lainnya telah melapor ke Kepala Pasar, namun hingga kini tidak pernah ditanggapi.

“Kalau gerimiss, jalan becek. Tapi kalau hujannya deras, ya pasar banjir,” katanya.

Perempuan asal Kelurahan Jrenbang Wetan, Kecamatan Kedopok tersebut menjelaskan, akibat pasar sering becek dan banjir, pembeli enggan masuk ke dalam pasar. Mereka lebih memilih membeli ke pedagang yang berjualan di jalan atau luar pasar.

“Pembeli sepi, pendapatan kami otomatis menurun. Ya, minta diperbaiki,” katanya.

Terpisah, Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Fitriawati, saat dikonfirmasi mlalui sambungan selulernya mengatakan, tahun ini tidak ada anggaran perbaikan.

“Tahun ini belum bisa diperbaiki. Karena anggarannya tidak ada. Kena refocusing Covid-19,” katanya singkat. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *