Pemilihan Perangkat Desa Ngogri, Peserta Ngaku Diminta Tanda Tangan di Lembar Kosong

  • Bagikan
warga Ngogri Jombang demo saat pelantikan perangkat desa
Suasana puluhan warga Desa Ngogri saat berunjukrasa di depan balai desa setempat, tepat saat pelantikan perangkat desa digelar.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Hasil tes wawancara pada seleksi pengisian perangkat desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, diduga tidak fair dan janggal. Salah satu peserta seleksi mengaku, disodorkan kertas penilaian kosong untuk ditandatangani.

Ini diungkap Neni Mia Amelia, salah satu calon perangkat yang memperebutkan posisi Kasi Pelayanan Desa Ngogri, di sela-sela aksi unjukrasa saat pelantikan perangkat berlangsung di depan balai desa setempat, Sabtu (28/11/2020).

Neni Mia mengaku merasakan ada kejanggalan pada hasil tes wawancara, saat ditanya koleganya mengapa mau menandatangani hasil nilai tes wawancara, setelah proses tes wawancara selesai sebagai bentuk menyetujui hasil tes wawancara. “Ya saya jawab, saya disuruh tandatangan sebelum wawancara berlangsung,” katanya.

Dia menceritakan, saat berada di ruangan sebelum tes wawancara dimulai, dirinya diminta menandatangani kertas semacam lembar penilaian yang masih kosong. “Saya punya bukti kok, jika saya disuruh tanda tangan sebelum wawancara dimulai. Dan itupun nilainya masih kosong,” tutur Neni Mia.

Setelah semua peserta menjalani tes wawancara, lanjutnya, Kades masih berada di dalam ruangan. Selang beberapa saat, Kades menyerahkan berkas ke panitia untuk merekap hasil tes tulis CAT (computer assisted tes) dan nilai tes wawancara.

“Saya kurang tahu, apa yang dilakukan kades di dalam ruangan, apakah merekap atau bagaimana,” lanjutnya.

Dari rekap itu diketahui perolehan nilai kelima calon Kasi Pelayanan. Untuk Neni Mia Amelia dan Mara Karmawan memperoleh nilai imbang, dengan total nilai 52,0, yakni 370 untuk tes tulis dan tes wawancara mendapat nilai 15.

Peringkat selanjutnya, Ririn Dwi Trisnawati memperoleh total nilai 51,5, dari penjumlahan nilai 365 untuk tes tulis dan 15 pada tes wawancara. Kemudian, Nelli Mei Sandika meraih total nilai 64,5 dari penjumlahan hasil tes tulis 345 dan 30 tes wawancara. Terakhir, Fatoni yang meraih total 43,0 dari penjumlahan 230 tes tulis dan 20 tes wawancara.

“Tidak wajarnya pemberian nilai sempurna atau 30 pada Nelli Mei Sandika. Sedangkan dari 3 peserta yang meraih nilai tinggi di tes tulis, semuanya mendapat nilai 15 di tes wawancara. Anehnya, saya bisa menjawab semua pertanyaan. Lha rekan saya ini, tidak menjawab 1 pertanyaan. Tapi kok nilainya sama-sama 15,” ungkap Neni Mia.

Proses rekapitulasi selesai, lanjut dia, semua peserta seleksi tidak diberi kesempatan untuk melakukan sanggahan atau berargumen soal hasil tes wawancara untuk posisi Kasi Pelayanan.

“Setelah selesai merekap nilai, ya langsung ditutup dengan doa. Jangankan peserta diberi waktu berpendapat atau berarguman, penjelasan alasan terkait penilaian tes wawancara ini saya nggak ada. Yang menjadi pertanyaan itu hanya pada nilai tes wawancara,” ujar Neni Mia. (an/wb)

Baca Sebelumnya: Proses Pemilihan Perangkat Desa Dinilai Tidak Fair, Warga Ngogri Jombang Demo

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *