Pendataan Minim, Kemenag Jombang Miliki Data Ada 3 Ponpes Nol Santri

  • Bagikan
data ponpes di jombang
Satu lembar data Ponpes di Jombang yang dimiliki Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat

JOMBANG, WartaBangsa.id – Berjuluk Kota Santri, karena memang terdapat puluhan ribu santri yang tersebar di sekian banyak Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Namun, boleh percaya dan boleh tidak, jika ada 3 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Jombang, nol atau tanpa santri. Baik santri laki-laki maupun perempuan. Namun yang harus digarisbawahi, ini berdasarkan data yang diperoleh dari kantor Kementerian Agama (Kemanag) Kabupaten Jombang.

Tiga ponpes di Jombang dengan nol santri, dalam data tersebut, yakni Ponpes Ronggo Lawe Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Ponpes Al-Hikmah Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, dan Ponpes Darul Falah Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh mengatakan, dari data yang dipegangnya menyebutkan, terdapat 124 Ponpes di Kabupaten Jombang dengan total 41.874 santri.

Dari puluhan ribu santri tersebut, sebanyak 22.511 santri laki-laki, dan selebihnya yakni 19.363 adalah santri perempuan. “Itu merupakan data Ponpes yang sudah daftar ke Kemenag. Untuk yang belum daftar, ya ngapunten nggeh (Jawa: mohon maaf),” kata Arif Hidayatulloh, Senin (26/10/2020).

Arif menyebut, jumlah Ponpes dan santri tersebut, merupakan data yang diperoleh dari Ponpes yang mendaftarkan diri ke Kemenang Jombang. Pihaknya juga menyadari, pendataan tersebut masih minim dan jauh dari harapan. Sehingga, terdapat Ponpes beserta jumlah santrinya belum masuk atau bahkan update pendataan Kemenag.

Selain itu, lanjut Arif, adanya adat ketimuran, menjadikan pihaknya mengaku kurang sopan jika memaksa atau mengharuskan para kiai agar Ponpesnya mendaftar ke Kemenag Jombang.

“Kiai kan juga tidak ada batasan ya. Kadang ada anggapan buat apa lah kayak gitu,” sambung Arif.

Sebenarnya, lanjut Arif, pendataan ponpes beserta santrinya, sangatlah penting. Selain untuk mengklasifikasi mana Ponpes kecil, sedang dan besar, juga bertujuan untuk memantau perkembangannya, serta pemberdayaan terhadap ponpes.

Disebutnya, klasifikasi tersebut berpatokan pada jumlah santri yang mondok. Dikategorikan sebagai ponpes kecil, karena memiliki jumlah di bawah 500 santri. Kalau ponpes sedang, kata dia, memiliki 500 sampai 1.500 santri, dan ponpes besar yakni memiliki 1.500 santri ke atas.

Dari data tersebut, Ponpes yang masuk golongan sedang antara lain, Ponpes Attahdzib Rejoagung Ngoro Jombang dengan 1.500 santri. Ponpes Puteri Walisongo Cukir 1.350 santri. Ponpes Babussalam Tanggalrejo Mojoagung 1.006 santri, dan Bumi Damai Al-Muhibbin PP Bahrul Ulum 1.441 santri.

Dan untuk Ponpes golongan besar di antaranya, Ponpes Darul Ulum Rejoso dengan jumlah santri sebanyak 9.903 santri. Madrasatul Quran Tebuireng Cukir sebanyak 2.285 santri. Ponpes Gadingmangu Perak 5.322 santri.

“Pendataan tersebut sebenarnya penting. Ya kami harap, agar Ponpes yang belum mendaftarkan Ponpesnya, segera daftar ke Kemenag Jombang,” harap Arif memungkasi. (agr/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *