Perempuan Meninggal Tertabrak Truk di Jombang, Pengusaha dan Tulang Punggung Keluarga

Warta Bangsa - 26 Desember 2020
Perempuan Meninggal Tertabrak Truk di Jombang, Pengusaha dan Tulang Punggung Keluarga
Salah satu status nomor WhatsApp Yuliani Amarinda (33) korban meninggal setelah dihantam truk di pertigaan Desa Jabon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang. - (Istimewa)
Penulis
|
Editor

JOMBANG, WartaBangsa.id – Meninggalnya Yuliani Amarinda (33) warga Jalan Teratai Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupatem Jombang, akibat tertabrak truk jenis Mercedes nopol AE-8779-UB, menyisakan duka mendalam bagi keluarga termasuk sahabatnya.

Yulie, sahabat sekaligus tetangga korban di Nglundo ini mengaku masih tak percaya, peristiwa pada Jumat (25/12/2020) petang di pertigaan Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, merenggut nyawa sejawatnya itu dan meninggalkannya untuk selamanya.

Tak hanya sahabat, Yulie mengatakan masih menjadi pelanggan setia almarhumah Yuliani dalam hal perawatan rambut dan tubuhnya. Ya, korban merupakan pengusaha Salon dan Spa Khusus Wanita cukup ternama di kawasan Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Hanya saja, Yulie mengaku kurang kerap bertandang sejak tempat usaha korban pindah ke kawasan Sengon sekitar Juni 2020 lalu. Karena jarak tempuh dan terhalang kesibukan masing-masing. Meski begitu, dia mengatakan komunikasi tetap berlangsung melalui selular atau aplikasi WhatsApp.

Berbeda saat tempat usaha korban masih berlokasi di kawasan Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang. Sekedar ingin merubah warga rambut saja, Yulie langsung tancap gas ke salon dan spa milik korban.

“Sangat kehilangan. Kebetulan namanya agak sama dengan saya. Almarhumah orang yang baik dan supel, pandai bergaul. Meski belum punya anak, sahabat saya itu merupakan pekerja keras,” kata Yulie, saat dihubungi WartaBangsa.id lewat nomor WhatsApp-nya, Jumat (25/12/2020) malam.

Disebut pekerja keras, lanjut Yulie, sebab sebelum berada di Jombang, almarhum Yuliani sempat merantau ke Kalimantan cukup lama. Kemudian, korban pulang ke Kota Santri dan tinggal di rumah ibunya di Nglundo, Desa Candimulyo, Jombang, untuk mengurusi segala kebutuhan ibunya.

Dikatakannya, almarhumah merupakan tulang punggung bagi ibu dan saudara-saudaranya. “Untuk membiayai keluarganya, makanya almarhumah buka usaha salon setelah pulang dari Kalimantan. Kalau saudaranya banyak. Almarhumah, kalau tidak salah, anak ke-5,” sambungnya.

Sebelum mendapat kabar sahabatnya tertimpa musibah hingga merenggut nyawanya, Yulie mengaku sempat membaca status nomor WhatsApp korban. Status yang dipasangnya, yakni promosi usaha salon dan spa-nya sekitar pukul 09.09 WIB. Kemudian korban menulis “Mati Lampu” di status WA-nya sesaat sebelum peristiwa nahas itu.

“Sekitar 10 menit sebelum dikabarkan meninggal, korban memasang status mati lampu,” katanya, sembari men-screenshot dua status nomor WA milik korban.

Belum lama ini atau sekitar akhir Oktober 2020, lanjut Yulie, korban sempat bertandang ke sahabatnya di Mojokerto. Hanya saja, dirinya berhalangan dan tidak ikut menemaninya.

“Acaranya sekedar kumpul-kumpul. Cuma waktu itu, saya nggak bisa. Begitu sampai di sana, kita video call,” ceritanya.

“Sebagai sahabat, tentu kami kehilangan. Semoga almarhumah meninggal husnul khotimah,” pungkasnya sembari mendoakan almarhum. (an/wb)

Baca Sebelumnya: Menyeberang Jalan Nasional di Jombang Tertabrak Truk, Pemotor Perempuan Tewas

Tinggalkan Komentar

Close X