Perketat Prokes Pasar Tugu Probolinggo Ditutup, Wastafel Portable Tak Fungsi

  • Bagikan
Wastafel di Alun-alun Kota Probolinggo yang krannya tidak ada alias hilang.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Pemkot Probolinggo, memperketat Protokol Kesehatan (Prokes) terkait ada peningkatan jumlah terpapar virus Corona. Bahkan, pasar Sabtu – Minggu (Pasar Tugu) di Alun-alun sempat ditutup atau diliburkan karena dianggap rentan penyebaran Covid-19.

Namun di sisi lain, keberadaan wastafel portable di ruang publik tidak diperhatikan. Terbukti, masih ada tempat cuci tangan yang tidak berfungsi, bahkan ada yang rusak. Seperti wastafel di Pasar Baru yang tidak berfungsi karena tidak ada airnya.

Berikutnya, sarana cuci tangan di alun-alun yang tidak bisa dipakai cuci tangan, karena krannya hilang. Sementara wastafel di Pasar Gotong Royong dan Pasar Mangunharjo atau Pasar Babian, masih berfungsi. Hanya saja, jumlahnya masih kurang karena hanya ada satu tempat cuci tangan
di salah satu pintunya.

Padahal, di Pasar Gotong Royong, ada 4 pintu keluar-masuk. Yakni satu di sisi barat dan timur dan 2 di sisi utara. Yang ada wastafelnya hanya satu pintu yaitu, dipintu sisi selatan. Hal yang sama juga terjadi di Pasar Mangunharjo. Dari tiga pintu yang ada, hanya satu pintu yang ada sarana cuci tangannya.

Beberapa tukang becak yang mangkal di depan pintu masuk utama Pasar Baru menyebut, sudah lebih dari seminggu wastafel tidak dipakai. Alasannya, karena tidak ada airnya alias kosong. Dimungkinkan petugas malas mengisi tandon karena airnya sering habis karena dipakai untuk
cuci piring.

“Bukan untuk cuci tangan. Tapi dibuat cuci piring sama-sama orang pasar. Habis makan dan minum, piring dan gelas dicuci di sini,” ujar tukang becak sambil menunjuk wastafel.

Karena tidak berfungsi, pengunjung pasar tidak yang cuci tangan sebelum masuk pasar. Para tukang becak berharap, pengelola pasar memasang papan pemberitahuan larangan cuci piiing di wastafel.

“Ya dipasangi tulisan larangan cuci piring. Kalau tidak diberi tulisan seperti itu, mereka akan cuci piring lagi di wastafel,” harapnya.

Ani, salah seorang pedagang mangatakan, sudah lama tandon tidak diisi air, sehingga wastafel tidak berfungsi. Pengunjung atau pembeli yang masuk ke Pasar Baru tidak bisa mencuci tangannya. “Mau cuci di mana. Lha wong tidak ada airnya,” ujarnya singkat.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat Agus Hartadi berterus terang, belum mengetahui kalau ada wastafel yang dipasangnya tidak berfungsi.

“Kami tahunya dari sampaian. Soalnya tidak ada laporan. Nanti kita tindak lanjuti. Untuk kran yang rusak atau hilang, kita akan di perbaiki dan tandonnya akan diisi air. Jangan sampai kehabisan air seperti sekarang,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *