Pria Tua Tinggal di Rumah Reyot Kesamben Jombang, Riuh di Facebook

  • Bagikan
Tangkapan layar postingan di Facebook terkait kondisi rumah seorang warga Jombatan 3, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Baru-baru ini, jagat maya Facebook diramaikan postingan akun Waras Zainudin. Akun ini memposting kondisi seorang warga di Kabupaten Jombang, yang hidupnya memprihatinkan pada Senin 4 Januari 2021 lalu.

Potret masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan apapun (BLT, RLTH dll) Ngene iki ta sing jare ono program berkadang ya RTLH lain… Kerjo e pemimpin e kakean seremonial,” posting akun ini.

Di bawah narasi itu, akun ini melampirkan 4 foto, salah satunya foto sebuah rumah berdinding gedek atau anyaman bambu, di depannya terdapat dua orang sedang berdiri. Hanya saja, wajah dua orang tersebut ditutupi emoticon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilik rumah ini diketahui bernama Kosim (68), warga Dusun Jombatan 3, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Ia adalah duda lantaran sudah ditinggal sang isteri tercintanya.

Menurut sumber WartaBangsa.id, Kosim tidak pernah menikmati bantuan apapun dari pemerintah. Hanya saja, anaknya sempat mendapatkan bantuan melalui PKH (Program Keluarga Harapan). Nah setelah sang anak pecah KK (kartu keluarga), bantuan itu pun sudah tidak lagi diterima sang anak maupun dirinya.

Pasca pecah KK dengan anaknya, Kosim masih hidup bersama satu anak lainnya di dalam rumah berdinding bambu itu. “Iya, saat ini dia tinggal di rumah itu, bersama satu anaknya,” kata sumber WartaBangsa.id.

Kondisi rumah Kosim sudah reyot. Dinding rumah Kosim mayoritas dari anyaman bambu. Sejumlah tiang penyangga atap maupun kusen pintu, sudah keropos di beberapa bagian. Selain itu, lantai rumah Kosim tidak berubin alias masih berupa tanah.

“Warga seperti ini, harusnya yang diprioritaskan mendapat bantuan program RTLH (rumah tidak layak huni) dari Pemkab Jombang,” pungkas sumber.

Hingga berita ini diunggah, WartaBangsa.id masih berupaya mengkonfirmasi terkait persoalan ini ke pihak Pemdes setempat, serta dinas terkait. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *