Proses Pemilihan Perangkat Desa Dinilai Tidak Fair, Warga Ngogri Jombang Demo

  • Bagikan
warga Ngogri Jombang demo saat pelantikan perangkat desa
Suasana puluhan warga Desa Ngogri saat berunjukrasa di depan balai desa setempat, tepat saat pelantikan perangkat desa digelar.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Pelantikan perangkat desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Sabtu (28/11/2020) di balai desa, diwarnai unjukrasa puluhan warga setempat. Mereka menuntut keadilan terkait proses pemilihan perangkat desa yang ditengarai warga, ada kecurangan pada tes wawancara.

Data yang diperoleh, terdapat dua lowongan perangkat desa yang diperebutkan. Yakni Kepala Dusun Pulodadi dan Kasi Pelayanan. Untuk lowongan Kasun Pulodadi dengan 3 calon dan akhirnya Dino Setyawan terpilih sebagai Kasun. Ia memperoleh nilai tes tulis pada CAT (computer assisted tes) 395 dan nilai 25 pada tes wawancara.

Sedangkan Kasi Pelayanan, diperebutkan 5 calon. Kemudian, Nelli Mei Sandika terpilih sebagai perangkat desa kasi pelayanan. Ia memperoleh nilai tes tulis CAT dengan jumlah 345 dan nilai maksimal yakni 30 di tes wawancara.

Menurut Neni Mia Amelia, salah satu calon perangkat Kasi Pelayanan, warga berunjukrasa untuk meminta keadilan lantaran nilai tes wawancara Nelli Mei meraih hasil maksimal yakni 30 poin. Sementara dia menduduki peringkat empat atau kedua dari bawah di tes tulis CAT.

“Dari 3 peserta peraih nilai teratas di tes tulis CAT, ketiganya malah dikasih nilai sama yaitu 15 poin. Sedangkan yang terpilih ini, tes wawancaranya dapat nilai 30. Padahal di tes tulis CAT, yang bersangkutan itu di posisi dua dari bawah. Dimana adilnya?,” terang Neni Mia yang meraih nilai 370 pada tes tulis dan 15 di tes wawancara.

Senada juga dikatakan Wara Karmawan, calon Kasi Pelayanan yang meraih nilai imbang dengan Neni Mia. Ia menduga tes memperebutkan polisi Kasi Pelayanan desa Ngogri tidak fair alias tidak adil.

Ia juga mengaku unjukrasa bersama warga kali ini tidak mampu menggagalkan prosesi pelantikan perangkat desa setempat. Meski begitu, ia berniat mengadukan dugaan adanya kecurangan pada proses pemilihan perangkat desa ini ke Komisi A DPRD Jombang.

“Meskipun pelantikan tetap dilanjutkan, kita berencana akan mengirim surat ke Komisi A. Kita akan mengadu di sana terkait indikasi kecurangan pada proses pemilihan perangkat desa di sini,” tutupnya. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *