Razia di Kota Probolinggo, 7 Pasangan Tak Sah dan 4 Remaja Pesta Miras Diamankan

  • Bagikan
Salah satu pasangan tak sah yang terjaring razia Satpol PP Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Tujuh pasangan diduga bukan pasangan suami-istri (Pasutri) diamankan Satpol PP Kota Probolinggo. Tak hanya itu, 4 remaja yang kepergok mabuk-mabukan, juga turut diamankan. Mereka dibawa ke Mako Satpol PP setelah terjaring razia pemondokan atau kos-kosan, Rabu (18/11/2020) pukul 23.00 WIB.

Satu di antaranya, perempuan yang mengaku usia 18 tahun. Gadis yang masih duduk di kelas 12 salah satu sekolah kejuruan tersebut, ketahuan tengah berduaan di dalam kamar dengan seorang lelaki yang diakui teman sekaligus pacarnya. Mereka kos di pemondokan jalan Mawar, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Gadis tersebut mengaku berasal dari Banyuwangi dan sekolah di Kota Priobolinggo. Sedang rekan lelakinya mengaku, sudah lulus dan saat ini masih menganggur. Saat ditanya, remaja tersebut mengaku, pacarnya dan tengah mengantar makanan.

“Saya tunangannya. Ke sini ngantar makanan,” katanya ke sejumlah wartawan yang ikut razia.

Saat razia di penginapan Hadi’s jalan raya Bromo, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, petugas tak menemukan orang menginap. Petugas penginapan menyebut, hari itu ada dua tamu yang menginap, namun sudah pulang atau meninggalkan penginapan. “Tadi ada dua pak. Tapi sudah pulang,” ujarnya ke petugas.

Petugas tak percaya begitu saja. Sebagian dari mereka memeriksa satu per satu kamar, sementara sebagian yang lain melihat buku tamu. Hanya saja, sudah beberapa hari buku tamu tersebut kosong alias tidak ada daftar tamu yeng menginap.

“Tadi sampean bilang ada 2 tamu, cuma sudah pulang. Lah dibuku ini kok nggak dicatat. Lain kali kalau ada tamu, harus dicatat,” ujar petugas ke petugas penginapan.

Sementara itu, di kos atau pemondokan utara SPBU Ketapang, kalan raya room, petugas mendapati dua pasangan yang mengaku kawin siri. Saat salah satu pasangan dicocokkan KTP-nya trernyata alamatnya tidak sama. Sedang pasangan yang satunya, tidak dapat menunjukkan kartu identitas. Akhirnya mereka diangkut kendaraan dinas ke Mako Satpol PP.

Dari Ketapang, petugas kemudian meluncur ke pemondokan di belakang PT Erfatex Djaja. Di tempat kos tersebut, petugas tak menemukan apa-apa, meski petugas memeriksa satu per satu pemondokan tersebut. Rata-rata penghuninya karyawan PT Eratex Djaja dan sales barang.

Dari belakang perusahaan garmen, petugas kemudian meluncur menuju tempat kos di timur rel Kereta Api, terminal lama, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Di tempat tersebut, petugas mengamankan 4 pasangan yang diduga bukan pasutri sah. Selain itu, 4 remaja yang selesai menenggak miras, turut diamankan.

Kasi Keamanan dan Ketertiban Dinas Satpol PP Kota Probolinggo, Hendra Kusuma mengatakan, operasi digelar dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. Tujuannya, untuk menegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rumah Pemondokan.

“Menegakkan Perda demi menjaga ketentraman dan ketertiban,” ujarnya, Kamis (19/11/2020) pukul 00.15 WIB usai razia.

Disebutkan, sedikitnya ada 7 pasangan yang diduga bukan pasutri sah dan 4 remaja yang tengah pesta miras. Sanksinya, selain dibina dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, orang trua mereka juga akan dipanggil atau didatangkan.

“Untuk anak di bawah umur juga akan didatangkan kedua orang tuanya. Karena pelajar, kami juga hadirkan pihak sekolah,” pungkasnya. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *