Razia Yustisi Dua Titik di Jombang, Petugas Jaring 119 Pelanggar

  • Bagikan
Salah satu pelanggar menjalani sanksi sosial berupa push-up saat terjaring razia Prokes di Alun-alun Jombang, Minggu (10/1/2021)

JOMBANG, WartaBangsa.id – Meski CFD (Car Free Day) ditutup sejak awal Covid-19 mewabah di Jombang, Jawa Timur, sekitar akhir Maret 2020 lalu, bukan berarti sektiaran Alun-alun Jombang sepi pengunjung di hari libur akhir pekan.

Sebab itu, sebanyak 56 petugas gabungan menggelar operasi yustisi, di Jalan KH A Dahlan, tepatnya perempatan Alun-alun atau depan SMPN 2 Jombang, Minggu (10/1/2021) mulai pukul 09.10 sampai 09.45 WIB.

Hasilnya, sebanyak 48 orang terjaring razia di lokasi ini karena kedapatan tidak memakai masker. Dari jumlah itu, 43 orang di antaranya mendapat teguran lisan.

“Empat orang kami terapkan sanksi sosial berupa push-up dan 1 orang KTP-nya kami sita,” kata AKP Moch Mukid, perwira pengawas (Pawas) operasi yustisi.

Selain diberi masker dan diminta langsung mengenakan serta disanksi, para pelanggar protokol kesehatan (Prokes) juga didata. Dari pendataan itu, lanjut AKP Moch Mukid, akan diketahui apakah nanti yang bersangkutan kembali melanggar atau tidak.

“Pendataan ini memang penting. Jika yang sudah didata ini masih saja melanggar, kami akan tindak tegas sesuatu peraturan yang berlaku,” tandasnya.

Setelah dari Alun-alun, petugas gabungan bergeser menggelar razia prokes di simpang empat Mojosongo, Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Di lokasi ini, pelanggar Prokes yang terjaring razia makin banyak saja.

Hanya dalam durasi satu jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB, petugas menjaring sebanyak 71 orang yang tidak memakai masker. Mereka pun diberi masker dan langsung mengantre untuk didata petugas.

“Dari jumlah itu, 46 orang kami tegur lisan, 7 pelanggar disanksi sosial dan 18 orang kami sita KTP-nya,” bebernya.

Selain itu, petugas juga memeriksa barang bawaan sejumlah warga yang terjaring razia. Menurut AKP Moch Mukid, ini dilakukan guna mengantisipasi adanya barang berbahaya seperti senjata tajam (sajam) atau barang terlarang seperti narkoba.

“Alhamdulillah, dari pemeriksaan barang bawaan itu, kita tidak menemukan hal yang bisa mengancam keamanan, dan narkoba nihil,” kata pria yang menjabat Kasat Resnarkoba Polres Jombang ini.

Petugas saat memeriksa barang bawaan warga yang terjaring operasi yustisi di simpang empat Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang.

Operasi yustisi ini, masih menurut Moch Mukid, dalam rangka implementasi Inpres No 6 Tahun 2020 dan Perda Provinsi Jatim No 2 tahun 2020 serta Perbup No.57 th 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus Corona.

“Kami akan terus mengimbau agar masyarakat Jombang mematuhi protokol kesehatan. Apalagi saat berada di luar, wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak minimal satu meter,” pungkasnya.

Sekedar informasi, perkembangan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jombang, secara kumulatif mencapai 2.641 kasus, atau ada penambahan sebanyak 30 kasus positif Covid-19 pada Minggu (10/1/2021) pukul 13.00 WIB.

Jumlah ini, diketahui dari laman Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Dari tambahan 30 kasus positif ini, paling banyak terdapat di Kecamatan Jombang, yakni 9 kasus. Disusul Kecamatan Mojowarno 5 kasus. Lalu, Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Perak masing-masing 4 kasus.

Tambahan 3 kasus dari Kecamatan Megaluh. Kemudian 2 kasus di Kecamatan Peterongan. Dan di Kecamatan Diwek, Kecamatan Jogoroto serta Kecamatan Ploso masing-masing tambahan 1 kasus.

Sedangkan kasus sembuh, juga mengalami penambahan pada Minggu (10/1/2020) sebanyak 29 orang. Hingga kini, kasus sembuh mencapai 2.269 atau 85,9 persen.

Untuk kasus meninggal, ada penambahan 3 pasien di hari Minggu ini. Yakni di Kecamatan Diwek, Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Ploso. Sementara secara kumulatif, pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 273. Atau mencapai 10,3 persen.

Dan untuk pasien yang masih menjalani perawatan per hari ini, sejumlah 99 pasien atau sebanyak 10,3 persen.

Petugas saat menjaring pengendara motor perempuan di simpang empat Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *