Remaja di Probolinggo Nekat Panjat Tower, Pacarnya Teriaki I Love You

  • Bagikan
remaja di probolinggo nekat panjat tower
Alan saat pingsan karena kecapekan saat hendak turun sendiri dari tower selular yang berada di perbatasan Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, dengan Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Akibat ditinggal pergi pacarnya, Alan (20) nekat naik tower setinggi 80 meter. Beruntung, upaya bunuh diri pria yang tinggal di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo tersebut, berhasil digagalkan.

Drama menegangkan tersebut berlangsung Kamis (16/12/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa percobaan bunuh diri tersebut terjadi di perbatasan Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Jalan Sunan Muria dengan Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Upaya penyelamatan Alan memakan waktu 3 jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Akibat sulitnya medan tower dan kondisi tubuh korban yang lemas. Tim evakuasi dari salah satu operator seluler bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terpaksa mengikat tubuh korban ke tubuh tim penyelamat.

Korban yang sempat pingsan saat di atas tower (menara) berhasil diturunkan dan disambut isak tangis keluarga dan kerabatnya. Alan langsung dilarikan ke RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo untuk menjalani perawatan. Aksi nekat remaja bujangan tersebut, menjadi tontonan pengendara dan warga sekitar.

Petugas Polres Probolinggo Kota, sempat membujuk Alan melalui pengeras suara, agar tidak terjun. Tak hanya itu, orang tua korban bernama Satik yang datang ke lokasi. diminta petugas membujuk putranya dengan pengeras suara yang dibawa petugas. Bahkan, petugas juga mendatangkan Shinta (20) yang disebut-sebut pacar Alan.

Shinta yang diketahui tinggal di rumah kontrakan jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dijemput petugas. Perempuan kelahiran Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo tersebut juga meminta, kekasihnya tidak melakukan terjun bebas dari menara.

“Jangan melompat sayang. Aku masih mencintai kamu. Kasihanilah aku dan keluarga kamu yang menunggu di bawah. Sekali lagi jangan, karena aku masih i love you,” teriak Shinta berkali-kali lewat pengeras suara.

Petugas juga menghalau warga agar menjauh dan meninggalkan lokasi kejadian. Hal itu dilakukan, atas permintaan korban yang mengirim pesan singkat via seluler ke keluarganya. Alan turun dari ketinggian menepati janjinya, namun upayanya terhenti setelah merasa kecapekan, diduga akibat kepanasan dan terlalu lama di ketinggian.

Dari bawah, tubuh korban terlihat menggelantung tak bergerak. Beruntung, tubuh Alan terjepit di antara besi tower, sehingga tidak sampai terjun ke bawah. Tak lama kemudian, dua orang penyelamat datang dan langsung menurunkan korban dengan cara tubuh korban diikat ke tubuh penyelamat.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani yang menyaksikan langsung drama percobaan bunuh diri tersebut mengatakan, korban sudah diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD dr Mohamad Saleh untuk penanganan lebih lanjut.

Lantaran kondisi yang tidak memungkinkan, pihaknya meminta bantuan BPBD dan tim dari operator seluler, pemilik menara. “Atas bantuan BPBD dan tim operator seluler, korban bisa diselamatkan,” ujar Kapolresta.

Saat ditanya latar belakang atau penyebabnya, sehingga Alan naik tower setinggi 80 meter? Wadi Sa’bani menjawab akan didalami dan diselidiki lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta menjelaskan, Alan mau turun sendiri. Namun, karena berbagai hal, seperti terlalu capek, sehingga petugas yang menurunkan dari tower.

“Tadi saat di atas tower, korban sempat berhubungan dengan keluarga dan pacarnya via seluler. Katanya mau turun sendiri. Karena kondisinya kecapekan, akhirnya kami yang membantu menurunkan korban,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *