Ribuan Bayi Lobster di Trenggalek Diamankan Polisi

Warta Bangsa - 21 Agustus 2020
Ribuan Bayi Lobster di Trenggalek Diamankan Polisi
Kapolres saat menunjukkan barang buki bayi lobster di Polsek Watulimo, Trenggalek. - ()
Penulis
|
Editor

TRENGGALEK, WartaBangsa.id – Ribuan bayi loster diamankan Polres Trenggalek. Ini setelah petugas membekuk EY, warga asal Watulimo Trenggalek, pada Kamis 20 Agustus 2020 kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB. EY digelandang polisi lantaran tak bisa menunjukkan dokumen lengkap terkait lobster.

Dari kegiatannya yang diduga ilegal, polisi mengamankan barang bukti berupa 11 kantong plastik berisi ribuan ekor baby lobster. Yakni sebanyak 2.300 ekor benih lobster jenis pasir dan 67 ekor baby lobster jenis mutiara.

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, penangkapan EY, berawal dari informasi masyarakat bahwa terdapat kegiatan perikanan komoditas benih bening lobster di wilayah Watulimo. Dari penyelidikan intensif, petugas akhirnya mendapat informasi adanya aktivitas diduga ilegal tersebut.

“EY kemudian ditangkap petugas di rumah neneknya, di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek,” kata AKBP DS Sembiring saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Watulimo, Kamis (20/8/2020).

Hasil pemeriksaan, lanjut Doni Satria, EY diduga telah melakukan transaksi kurang lebih 20 kali. EY mengambil benih lobster dari nelayan seharga Rp 8.500 dan dijual lagi seharga harga Rp 9.000.

“EY mengaku memiliki sekitar 15 nelayan untuk mencari benih lobster tersebut,” sambungnya.

AKBP Doni Satria Sembiring menyebut, selain diduga sudah berulangkali menjual benih baby lobster tanpa dilengkapi documen yang diatur Undang-undang, EY juga diduga merugikan negara karena tidak membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku, dari benih baby lobster secara ilegal selama ini.

Untuk nelayan penangkap Benih Bening Lobster (BBL), terang Kapolres, harus ada ketetapan yang dikeluarkan dari Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Setelah mendapat penetapan, jika menangkap BBL maka harus mengajukan SKAB (Surat Keterangan Asal Benih) yang diterbitkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten setempat. (hm/an)

Tinggalkan Komentar

Close X