Sepanjang 2020, Tindak Kejahatan di Lingkup Polres Probolinggo Kota Meningkat

  • Bagikan
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari, saat memperlihatkan sepeda motor yang diamankan

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Tindak kejahatan di wilayah Hukum Polres Probolinggo Kota (Polresta) tahun 2020 meningkat dibanding tahun sebelumnya, 2019. Di tahun ini, tercatat ada 490 kasus, sedang di 2019 berjumlah 489 kasus. Jika diprosentase, peningkatan 2 persen.

Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) penyumbang tertinggi yakni, 84 kasus. Sedang tindak kejahatan terendah pembunuhan dan perkosaan yang jumlahnya hanya 1 kasus. Tingkat penyelesaian (crime clearance) juga meningkat. Di 2019 ada 403 kasus yang sudah diselesaikan, sementara di 2020 sebanyak 447 kasus. Terdapat peningkatan 44 kasus atau 11 persen.

Begitu juga dengan indeks kejahatan (Crime Index) meningkat 26 persen. Dari 138 kasus di 2019 bertambah menjadi 174 kasus di 2020. Indeks penyelesaiannya meningkat 61 persen. Dari 98 kasus di 2019, yang diselesaikan di tahun 2020 ini sebanyak 158 kasus.

Tak hanya itu, interval atau jarak waktu tindak kejahatan juga naik. Jika di 2019 setiap 18 jam 12 menit 36 detik ada Gangguan Kamtibmas (GKTM) maka ditahun ini, 17 jam 52 menit 48 detik. Dengan demikian, ada selisih waktu 19 menit 58 detik.

Data tersebut diungkap Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari, saat rilis akhir tahun yang digelar, Selasa (29/12/2020) pagi di halaman samping Mapolresta. Kapolresta yang didampingi Forkopimda menyebut, Ganguan Kamtibmas yang menduduki peringkat teratas di 2020 adalah pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang jumlahnya 84 kasus.

Dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 68 kasus, curanmor meningkat. Prosentase penuntasan kasusunya 55,9 persen di 2019 dan 89,3 persen di 2020. Disusul pencurian biasa (Curbis) 66 kasus dengan tingkat penyelesaian 81 persen. Selanjutnya penipuan dengan 65 kasus prosentase penuntasan 89,2 persen.

Kemudian, 34 kasus penganiayaan ringan (Aniring) selesai 97 persen. 32 kasus pencurian dengan pembberatan (Curat) 91 persen sudah dituntaskan. 31 kasus penggelapan 77.persen penyelesaiannya dan 20 kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) 85 persen diselesaikan dan 4 kasus Curwan selesai 75 persen.

Sementara untuk kasus yang sudah diselesaikan atau 100 persen tuntas di antaranya, 43 kasus miras, 20 kasus narkotika, 19 kasus Edar Farmasi, 15 kasus preman, 13 kasus judi dan perlindungan, 8 kasus sajam atau handak, 7 kasus pengancaman, 3 KDRT dan Undang-undang Agraria, 5 perkara pencabulan, 2 penemuan 1 perkara perkosaan dan bunuh diri.

Untuk kasus menonjol atau kejahatan serius (Crime Index) yang sering terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat, trendnya naik. Jika tahun sebelumnya hanya 138 kasus, tahun ini (2020) naik menjadi 174 kasus. Seperti Curas, Curat, Curanmor, Curwan, Judi dan bunuh diri serta narkotika.

“Kebanyakan perampasan atau curat. Yang dirampas atau diambil handphone dan sepeda motor,” ujar Kapolresta.

Untuk menekan jumlah atau angka tindak kriminalitas atau kejahatan di wilayahnya, RM Jauhari menyebut, pihaknya telah membentuk tim khusus yang diberi nama Timsus Meteor. Mereka akan disebar di tempat-tempat yang dianggap rawan begal dan aksi pencurian.

“Timsus itu kami namakan Tim Meteor. Mereka bertugas di lapangan 24 jam bergiliran. Ya untuk menekan angka kriminalitas,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, 61 unit kendaraan roda dua, dua unit roda empat, 20 helm, 11 senjata tajam atai bahan peledak, 46 buah Handphone, 30 helai pakaian, 30 lembar berkas, 13 lembar kupon judi, 18 biji kunci T, 4 buah Tas 1 borgol, 6 laptop, 3 gembok atau kunci, 1 pompa air, 4 linggis, 1 paket VCD, 3 ekor sapi, 122 knalpot brong, 2.120 botol miras, 242,89 gram sabu-sabu, 21.040 butir pil trex, 25.489 butir pil dextro, 2 alat bong, 405 klip plastic dan 1 timbangan.

Tak hanya merilis tindak kejahatan, kapolresta juga mengungkap kasus kecelakaan. Dikatakan, angka kecelakaan menurun disbanding tahun sebelumnya. Tahun 2019 lalu, 399 kasus, di 2020 turun menjadi 281 kasus atau turun 29 persen. Sementara tahun sebelumnya korban meninggal dunia 82 orang, 2020 turun menjadi 71 orang atau turun 13 persen.

Luka berat di 2019 hanya 1 orang di tahun ini kosong alias nihil turun 100 persen. Untuk korban luka ringan sebanyak 563 orang tahun lalu dan tahun sekarang 329 orang atau turun 42 persen. Untuk kerugian material juga turun dari Rp 202.6700.000 menjadi Rp 94.950.000 atau turun 53 persen. (mo/wb)

Kapolresta bersama Forkopimda menunjukkan barang bukti.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *