Setubuhi Gadis Hingga Hamil 8 Bulan, 4 Remaja di Jombang Ditangkap

  • Bagikan
ilustrasi persetubuhan
Ilustrasi

JOMBANG, WargtaBangsa.id – Empat remaja asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, ditangkap polisi. Ini setelah mereka dilaporkan mencabuli gadis berinisial IN (18) hingga hamil. Keempatnya yakni MH (16), IBT (16), DN (16) dan IF (17), mereka masih satu desa dengan IN.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setyani mengatakan, mereka ditangkap setelah pihak keluarga korban melapor pada bulan Oktober 2020. Keluarga curiga dengan perubahan pada badan sang anak.

“Korban didesak dan mengaku, jika korban tengah hamil. Begitu diperiksakan ke bidan, ternyata usia kandungannya sudah 8 bulan,” paparnya, Kamis (05/11/20).

Dijelaskannya, peristiwa tersebut terjadi setahun lalu, yakni November 2019 silam. Saat itu, korban yang memang sudah berteman dengan keempat pelaku, diajak ke rumah salah satu pelaku. Sesampainya di TKP, korban lalu diajak berhubungan laiknya suami istri.

“Korban diajak ke rumah MH, dan di situ diajak berhubungan badan dengan tiga pelaku secara bergilir,” katanya.

Sekitar dua mingguan kemudian, lanjut Ipda Agus, korban diajak lagi oleh ketiga pelaku. Sementara satu pelaku lain yakni IF minum-minuman keras di areal persawahan di desanya. Di situ, korban dicekoki miras.

“Korban dan pelaku pun mabuk. Ketiga pelaku kembali menyetubuhi korban. Sedangkan IF hanya melakukan pencabulan saja,” sambungnya.

Pihaknya menyampaikan, korban sempat diancam pelaku agar tidak memberitahukan ke siapapun terkait peristiwa tersebut. Hingga, musibah yang menimpanya ditanggungnya sendiri.

“Korban juga diancam oleh para pelaku agar tidak melaporkan peristiwa ini ke keluarganya maupun orang lain. Korban sendiri takut sama orang tuanya,” tandasnya.

Hingga kemudian, orang tua korban mengetahui perubahan pada badan sang anak, dan langsung melaporkannya.

Saat ini, keempat pelaku dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Jombang. Mereka juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka terancam dijerat Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak tentang Persetubuhan terhadap Anak. Ancamannya, minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Ipda Agus Setyani. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *