Tangis Histeris Emak-emak Pecah, Saat Dapati Suaminya Tewas di Sungai Kota Probolinggo

Warta Bangsa - 21 Desember 2020
Tangis Histeris Emak-emak Pecah, Saat Dapati Suaminya Tewas di Sungai Kota Probolinggo
Petugas saat hendak mengevakuasi jasad korban di sungai Gladak Serang, Kanigaran, Kota Probolinggo. - (Warta Bangsa/Mo)
Penulis
|
Editor

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Warga sekitaran sungai Gladak Serang (Gladser) Kota Probolinggo, Jawa Timur, dihebohkan temuan mayat mengapung, Senin (21/12/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Diperoleh informasi, identitas mayat tersebut yakni Ansori (45) warga Kanigaran, Kota Probolinggo.

Belum diketahui secara pasti penyebabnya, apakah dibunuh, bunuh diri atau meninggal karena jatuh ke sungai kemudian terbawa arus. Polres Probolinggo Kota masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi tengkurap mengenakan kaUs dan celana pendek abu-abu. Yang menemukan pertama kali anak usia sekolah yang tengah mencari hewan biawak. kemudian diberitahukan ke warga sekitar yang diteruskan ke Polresta.

Tak berapa lama, petugas datang dikuti ambulans RSUD dr Mohamad Saleh. Warga pun berdatangan menyaksikan penemuan mayat tersebut.

Saking banyaknya penonton, petugas sampai kewalahan mengosongkan lokasi kejadian untuk keperluan identifikasi. Tiba-tiba, seorang perempuan paruh baya datang menerobos garis polisi. Petugas tidak berdaya setelah perempuan yang mengaku bernama Suparmi (43) itu mengaku, hendak melihat pria yang ditemukan tewas tersebut.

Alasannya, untuk memastikan apakah mayat pria yang tak bergerak di dalam sungai tersebut, suaminya. Mengingat, pria yang menikahinya puluhan tahun itu semalaman belum pulang.

“Dari tengah malam sampai pagi, nggak pulang. Mungkin itu suami saya. Saya mau melihat pak. Mudah-mudahan bukan suami saya,” katanya ke petugas.

Begitu jasad diangkat oleh petugas Kamar Jenazah RSUD dr Mohammad Saleh dan Suparmi melihat wajah mayat, jerit dan tangis pecah. Perempuan yang biasa dipanggil Mimi tersebut membenarkan kalau jasad yang hendak dibawa ke kamar mayat itu aadalah suaminya.

“Ya benar, itu suami saya,” katanya sambil menangis sejadi-jadinya.

Kepada petugas yang mendampingi, Suparmi mengaku, kalau suaminya tidak punya riwayat penyakit. Ia dan suaminya tidak pernah cekcok atau bertengkar dan korban tidak memiliki musuh.

Disebutkan, sekitar pukul 21.00 WIB suaminya berpamitan keluar mengendarai sepeda motor. “Nggak tahu pergi kemana. Pokoknya keluar pakai sepeda motor,” katanya.

Tiba-tiba [errmpuan yang tinggal di jalan Sunan Bonang RT 2 RW 14, Kalurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran tersebut mendengar, kalau ada penemuan mayat. Tanpa pikir panjang, Suparmi langsung menuju tempat penemuan mayat yang jaraknya sekitar 400-an meter dari rumah tinggalnya. Ternyata, jasad yang ditemukan anak kecil itu adalah suaminya.

Hal senada diungkap Ketua RT 2 RW 14 Sumiyati. Menurutnya, pria yang kesehariannya menjadi kuli bangunan tersebut penyabar dan tidak pernah cekcok atau bertengkar dengan istrinya.

“Saya tidak tahu perginya. Pagi tadi istrinya nyari korban. Katanya semalaman nggak pulang. Suaminya penyabar, nggak pernah bertengkar sama istrinya, apalagi dengan tetangga,” katanya singkat.

Untuk diketahui, sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat, ditemukan satu gulung tali rafia merah ukuran kecil. Bungkusnya sudah terbuka dan sebagian rafia sudah dipotong. Petugas juga menemukan tali rafia yang diikat ke pohon glodog tiang di pinggir sungai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Probolinggo. Saat dihubungi selulernya oleh wartawan, Wakapolresta Kompol Teguh Santosa mengatakan, masih belum mendapatkan laporan tentang penemuan mayat. (mo/jk)

Tinggalkan Komentar

Close X