Tas Dicantolkan di Pagar Taman Museum Rasulullah, Ketemu di Mapolresta Probolinggo

  • Bagikan
Lutfi bersama isterinya di pos penjualan tiket museum Rasulullah, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Museum Rasulullah Kota Probolinggo, Minggu (29/11/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, kebobolan. Tas milik warga Kecamatan Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo yang tengah bermain di halaman depan museum, hilang.

Hanya saja, tas milik Lutfiatul Hidayah (27) tersebut beberapa saat kemudian ditemukan. Setelah penjual bakso yang menemukan tas selempang tersebut menyerahkan ke Polres Probolinggo Kota. Perempuan yang sempat menangis tersebut, sumringah setelah mendengar tas yang di dalamnya berisi dompet ada di Mapolresta.

Ceritanya, Lutfi Hermanto (30) berboncengan dengan istinya, Lutfiatul Hidayah menggendong anaknya ada di pos pembelian tiket. Kepada petugas loket ia mengaku, kalau tas isterinya, hilang. Disebutkan, tas tersebut berisi tiga handphone, KTP, SIM dan surat kendaraan, serta tunai uang Rp 1,8 juta.

Oleh istrinya, tas tersebut dicantolkan di pagar taman museum, dekat sepeda motor matiknya. Usai menganrtar anaknya bermain di halaman depan museum, melihat pesawat, tank dan lori, pasangan suami isteri (Pasutri) ini kemudian pulang. Tanpa sadar, tas yang dicantolkan di pagar tersebut, lupa tidak diambil.

Sampai di bukit Bentar, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, isterinya sadar dan ingat ke tasnya. Begitu tahu tasnya tidak dibawa, Lutfi Hermanto langsung putar balik menuju museum.

“Kata istri saya, dicantolkan di pagar dekat dengan sepeda motor. Lupa nggak diambil saat mau pulang. Istri saya ingat ke tasnya saat kami sampai di bukit Bentar. Terpaksa kami balik ke sini,” jelasnya.

Ditambahkan, ia bersama istri dan anaknya main ke Kota Probolinggo untuk membeli mi gacoan. Usai membeli mi di kafe utara museum, ia bersama keluarganya istirahat di museum, sekedar menghibur anak pertamanya.

“Nggak, tujuan saya bukan ke museum. Beli mi dan sebelum pulang, istirahat di sini,” katanya.

Lantaran dicari kesana-kemari dan bertanya ke warga tidak ada yang tahu, Lutfi hendak melapor ke Polres Probolinggo Kota. Namun, sebelum berangkat melapor, Lutfi berusaha menghubungi selulernya, meminjam handphone milik salah satu petugas penjual tiket.

“Teleponnya aktif, namun tidak diangkat. Isi tas, tiga HP, SIM, KTP, surat kendaraan dan uang Rp1,8 juta,” katanya.

Pemilik telepon mencoba menghubungi nomor Lutfi yang ada di selulernya dan diangkat. Suara di telepon menyebut, tengah berada di Mapolresta untuk menitipkan barang yang ditemukan ke Mapolresta.

“Barang saya dititipkan di Mapolresta oleh si penemu. Penjual bakso di sini yang menemukan. Alhamdulillah, ketemu. Kami ke Mapolresta ya,” kata Lutfi berpamitan. (mo/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *