Terpeleset Saat Berfoto, Bocah 12 Tahun Tewas di Sungai Kedung Cinet Jombang

  • Bagikan
korban bocah sambongdukuh Jombang saat dilakukan pemeriksaan luar
Petugas saat melakukan pemeriksaan luar pada jenazah korban yang tewas tenggelam di sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Diduga terpeleset dan terjatuh saat hendak foto-foto di sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Muhammad Alfian Rizki Pratama (12) warga Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, tewas tenggelam.

Diperoleh informasi, peristiwa tragis dialami pelajar ini terjadi Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum meninggal, korban diajak dua temannya berangkat ke Kedung Cinet mengendarai sepeda motor Honda Beat milik salah satu rekannya.

Setibanya di lokasi wisata ini, korban dengan teman-temannya turun menuju sungai Kedung Cinet bermaksud mengabadikan momen bermain mereka. Namun sayang, korban kemudian terpeleset terjatuh ke sungai.

“Korban ini diduga tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam,” kata AKP Akwan, Kapolsek Plandaan, Kamis (22/10/2020) pagi.

Dikatakannya, dua rekannya itu langsung pulang ke rumah karena ketakutan jika temannya tenggelam. Kabar itu pun mendadak heboh setelah mereka melapor ke perangkat desa. Dan hari itu juga, sekitar pukul 15.00 WIB, perangkat dan warga langsung menuju lokasi tenggelamnya korban.

Pencarian warga berbuah hasil. Namun, warga menelan kenyataan pahit, setelah warga menemukan korban sudah tidak lagi bernafas. Kejadian itu pun dilaporkan ke pihak berwajib setempat.

“Setelah berada di TKP, korban kita evakuasi dan sekitar pukul 21.30 WIB, korban dibawa ke RSUD Jombang untuk dimintakan visum,” katanya.

Namun, oleh orang tuanya, jenazah korban diminta untuk segera dimakamkan, lantaran mereka menerima kejadian tersebut merupakan musibah.

“Orang tua korban membubuhi pernyataan agar hanya dilakukan pemeriksaan luar saja. Namun, bila di kemudian hari ditemukan bukti-bukti yang mengarah adanya unsure pembunuhan, orang tua korban menyatakan bersedia jika makam korban dibongkar untuk proses otopsi,” pungkas AKP Akwan. (an/wb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *