Uang Investasi Belum Balik, Dua Perempuan di Probolinggo Lapor Polisi

Warta Bangsa - 12 Januari 2021
Uang Investasi Belum Balik, Dua Perempuan di Probolinggo Lapor Polisi
Suwanti Qoriah (kanan) dan Nurcholilah Fitri Riskiyah (kiri) mennjukkan bilyet Giro yang tidak bias dicairkan. - (Warta Bangsa/Mo)
Penulis
|
Editor

PROBOLINGGO, WartaBangsa.id – Suwanti Qoriah (24) dan Nurcholilah Fitri Riskiyah (27) sudah melapokan Magnifera Indica dalam kasus dugaan penipuan. Namun, dua perempuan yang bekerja di Adira Finance Kota Probolinggo tersebut berharap, uangnya kembali.

Diketahui, uang penyertaan dalam usaha yang digeluti perempuan yang biasa disapa Fera totalnya sekitar Rp 23 juta. Perinciannya, Rp 10 juta milik Nurcholilah Fitri Riskiyah, sedang sisanya Rp 13 juta kepunyaan Suwanti Qoriah. Keduanya melapor ke Polres Probolinggo Kota, karena hingga saat ini, uang penyertaan modal usaha belum juga dikembalikan atau cair.

Padahal, Fera yang tinggal di jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, 3 kali berjanji. Pertama, ia akan membayar pada tanggal 9 Maret 2020. Namun saat tiba tanggal yang dijanjikan, uang dua perempuan tersebut tidak terbayar. Hal tersebut diungkap kedua perempuan tersebut ke sejumlah wartawan, Senin (11/1/2021) sekitrar pukul 10.30 WIB.

Berikutnya, Fera berjanji akan mencairkan tanggal 31 Maret 2020, bertepatan dengan berakhirnya kerjasama Fera dengan Mayang Collection. Uang Fera yang diinvestasikan di Mayang Coolection menurut Suwanti dan Nurcholilah akan dicairkan.

“Fera janji lagi. Uang kami akan dibayar tanggal 13 April 2020,” ujar Suwanti yang diangguki Nurcholilah.

Tepat pada tanggal yang dijanjikan, 13 April 2020, Fera mengirim bilyet Giro sebuah Bank yang berlokasi di Pasuruan. Namun keesokan harinya, 14 April 2020, Fera mem-WA Wanti, kalau bilyet Giro tersebut tidak bias dicairkan. Alasannya menunggu ketersediaan dana.

“Tanggal 16 April 2020 kami mendatangi bank itu di Pasuruan. Katanya bilyet Giro itu, palsu,” ujar Nurcholilah yang diangguki Suwanti.

Lantaran terus ditagih, kemudian Fera membuat pernyataan kesanggupan membayar lagi. Yakni pada tanggal 8 dsn 15 Juni 2020. Lantaran belum sanggup membayar, Fera membuat surat pernyataan akan mengembalikan uang keduanya 100 persen tanggal 7 Agustus 2020.

“Belum dibayar sampai sekarang. Kami sudah lapor polisi. Kami sudah dimintai keterangan di Polresta,” aku kedua perempuan tersebut.

Meski demikian, mereka tetap berkeinginan uang yang nyantol di Fera bisa kembali. Saat ditanya, mengapa tertarik pada investasi yang ditawarkan Fera, Suwanti dan Nurcholilah berterus terang, karena di Adira Finance, yang bersangkutan tidak bermasalah. “Angsuran kreditnya lancar, tidak pernah macet,” katanya.

Selain itu, Suwanti dan Nurcholilah mengaku, tahu betul terhadap Fera dan keluarganya, termasuk rumah tinggalnya. Bahkan, ia beberapa kali main ke rumah Fera dan orang tuanya. Berdasarkan itulah, Suwanti menerima ajakan Fera berinvestasi atau penyertaan modal.

“Awalnya saya setor Rp 2,5 juta. Dapat hasil Rp 500 ribu, namun nggak saya ambil. Lalu aku menyertakan modal lagi Rp 5 juta,” ujar Nurcholilah.

Menurutnya, hasil dari penyertaan modal tersebut 10 persen. Namun, hasilnya tidak pernah diambil, karena langsung ditambahkan ke penyertaan modal. Mengingat, Fera menyarankan seperti itu, saat menghubungi dirinya.

“Karena kata Fera, hasilnya akan dijumlahkan ke modal kami. Ya, kami setuju. Kalau nggak keliru, sekitar Rp10 juta uang saya ada di Fera,” ungkapnya.

Sedang Suwanti menyebut, kenal dengan Fera karena yang bersangkutan menjadi nasabah di Adira. Ia berharap uangnya kembali, karena dari Rp 13 juta yang diinvestasikan, Rp 8 jutanya milik teman-temannya. Uang Suwanti, hanya Rp 5 juta.

“Saya sering ditanya teman-teman. Kan nggak enak. Ya, harus kembali uang itu,” pungkasnya.

Dikofirmasi terpisah, Magnifera Indica membenarkan kalau uang kedua perempuan tersebut ada di dirinya. Disebutkan uang penyertaan Lila atau Nurcholilah sebesar Rp 18.457.000 namun sudah dibayar Rp 5 juta, jadi tinggal Rp 13.457.000. Sedang penyertaan modal Suwanti Rp 13.657.00 dan sudah dibayar Rp 3,5 juta pada April 2020, jadi tinggal Rp10 juta-an.

Terkait hasil dari modal penyertaan, Fera mengatakan antara 10 persen sampai dengan 17 persen. Hasil penyertaan modal setiap berkala atau tiap bulan dilaporkan via seluler ke pemilik modal. Namun, uangnya tidak diberikan kepada pemiliknya, tapi langsung dijumlahkan ke modal
penyertaan.

“Semuanya saya catat. Ini sampaian lihat. Difoto saja, tidak masalah,” katanya.

Fera menegaskan, akan membayar dana Nurcholilah dan Suwanti yang ada di dirinya, hanya saja menunggu rumah yang ada di jalanBromo, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, laku terjual. Mengingat saat ini seluruh usaha yang dirintis Fera bangkrut akibat terdampak Covid-19.

“Ini aya sampai jual rumah. Kalau laku, tak bayar semua. Nggak mungkinlah saya menipu,” katanya.

Selain menunggu rumahnya laku, Fera akan membayar kalau uang sebesar Rp 43 Juta yang nyantol di Dedi Priyantoko, warga Kabupaten Tuban, dibayar. Dikatakan, Dedi meminjam uang ke Fera, namun hingga sekarang tidak dibayar dengan alasan, usahanya bangkrut.

“Ini perjanjian utang piutang saya dengan pak Dedi. Sampean foto aja surat perjanjiannya. Kalau pak Dedi bayar, saya akan bayar ke mbak Wanti dan Lila,” katanya.

Terkait kerjasama dengan Mayang Collection, Fera membantah. Dirinya tidak pernah kerjasama apapun dengam pihak Mayang. Hanya saja, produk koleksi baju yang ia jual, mirip dengan Mayang.

“Saya ngomong mirip produksinya Mayang. Bukan kerjasama dengan Mayang. Kalau memang saya kerjasama, silakan tunjukkan surat atau bukti kerjasamanya,” pungkasnya. (mo/wb)

Tinggalkan Komentar

Close X