Ungkap 13 Kasus Narkoba di Jombang, 17 Tersangka Dibui

  • Bagikan
rilis tersangka narkoba 2020 di polres jombang copy
Belasan tersangka kasus narkoba selama operasi tumpas 2020, saat dirilis di Polres Jombang.

JOMBANG, WartaBangsa.id – Selama operasi tumpas narkoba 2020. Polres Jombang mengamankan 17 tersangka dengan 13 kasus narkoba. Dari belasan tersangka, satu di antaranya merupakan ungkap kasus Polsek Perak, Jombang. Kemudian, satu lainnya berjenis kelamin perempuan.

Dari 17 tersangka tersebut, 14 orang di antaranya adalah pengedar, dan sisanya yakni 3 tersangka merupakan pemakai barang terlarang tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, belasan kasus peredaran narkoba dalam operasi ini, berlangsung mulai 24 Agustus sampai 4 September 2020.

“16 tersangka itu dari 12 kasus berhasil diungkap Polres Jombang, dan 1 tersangka diungkap Polsek jajaran selama operasi tumpas narkoba 2020,” kata AKBP Agung Setyo Nugroho didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Moch. Mukid, dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2020).

Sebanyak 13 pengedar narkoba diringkus Polres Jombang selama operasi ‘Tumpas Narkoba 2020’ yang digelar selama kurun waktu 12 hari.

Kapolres menuturkan, para tersangka ini ditangkap dalam waktu berbeda. Sebagian di antaranya merupakan resedivis kasus sama.

Sementara barang bukti yang diamankan cukup menonjol. Yakni penyelundupan 1.815 butir pil dobel L ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jombang, menggunakan buah salak, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, penggerebekan pesta sabu-sabu di kantor KSP (Koperasi Simpan Pinjam) di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti sabu-sabu seberat 15,34 gram, pipet kaca 8 buah, korek 6 buah, alat isap, timbangan, uang Rp 1,7 juta, serta satu unit sepeda motor.

Adapun para tersangka kasus narkotika sabu-sabu, terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara.

Sementara untuk pengedar pil dobel L dikenakan pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman 12 tahun penjara. (tr/an)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *